Selamat Datang Di Blog Pemapar Kebathilan

Pilih Ahok Haram Buat Muslim Menurut Islam, Jangan Katakan SARA

Pemapar Kebathilan - Pilih Ahok Haram Buat Muslim Menurut Islam, Jangan Katakan SARA
Heran banget, saat ini di sosial media banyak sekali perdebatan, mulai dari masalah agama, aliran bahkan sampai mengenai politik. namun sayangnya masih banyak orang berbicara secara tidak ada landasan, mencampur aduk antara pemikiran sendiri, agama dan juga politik, maka terlahirlah pemahaman yang sesat dan bisa saja juga menyesatkan. seperti kemarin saya ikut bicara di salah satu sosial media dan ada member yang berdebat mengenai pemilihan Gubernur DKI, di perbincangan tersebut ada yang bicara bahwa memilih pemimpin yang non islam itu tidak boleh bagi ummat muslim.
Karena status seperti itu maka bermunculan komentar yang sangat tidak enak dibaca, penuh dengan cacian dan kata kata kotor, lalu mereka banyak yang mengatakan bahwa status tersebut adalah SARA.

Saya disini ingin menjelaskan bahwa hal tersebut bukanlah SARA, karena hukum tersebut memang sudah ditentukan dalam agama Islam. dan walaupun dipaksakan untuk dikatakan SARA maka lebih baik melakukan SARA daripada tidak menta'ati perintah Allah atau melakukan larangan Allah SWT.

Melaksanakan Perintah Allah dan Menjauhi Larangannya adalah hal yang utama bagi ummat islam.

Wahai Saudaraku, Bertaqwalah Kepada Allah, dan Ingatlah Akan Firman Allah:
لا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ
Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Jawaban Buat Komentator Diam Diam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Menyesatkan

Pemapar Kebathilan - Jawaban Buat Komentator Diam Diam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Menyesatkan
Pada tulisan "Diam Diam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Menyesatkan" ternyata banyak sekali mendapatkan komentar.
Komentar yang ada itu ada dua:
1. Komentar yang baik
2. komentar yang jelek

Saya disini akan membalas komentar mereka yang jelek saja. karena rata-rata mereka tidak terima dengan postingan saya yang berjudul "Diam Diam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Menyesatkan" mereka berkomentar menyalahkan, padahal mereka sendiri tidak punya ilmu mengenai agama islam.

Rata-rata komentar yang tidak baik datang dari orang buta agama, dan saya rasa ini datang dari kru Sinetron Tukang Bubur Naik Haji sendiri, soalnya ngotot banget membela, padahal pertanyaannya menjelaskan kebodohannya sendiri.

Saya tidak akan panjang lebar. saya akan langsung membahas pernyataan mereka yang menyatakan Haji itu sunnah. dan ada juga yang mempertanyakan kenapa wajibnya haji itu hanya kepada orang yang mampu.

ini dia jawabannya:

Kewajiban haji adalah tawqifi sebagaimana firman allah:

‏ وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلاً وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِينَ  ‏(‏ آل عمران‏:97)‏

Dan berikut akan sertakan pendapat ulama agar anda lebih melek agama

حكم الحج والعمرة

دل الكتاب والسنة وإجماع أهل العلم على وجوب الحج على المستطيع في العمر مرة واحدة فأما الكتاب فقوله سبحانه {ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلاً } (آل عمران:97)
Sudah sangat jelas kan?
Sekarang anda mau bicara apalagi?
Haji itu wajib. Bukan Sunnah!
Wajibnya Haji bagi orang yang mampu, karena masih ada syuruth.
Wassalam.