Selamat Datang Di Blog Pemapar Kebathilan

mencermati tindak FPI

"mencermati tindak FPI" sesuai dengan judulnya,saya mengajak semua kaum muslim untuk meluangkan waktu untuk mencermati tindak FPI baik itu dari dalam maupun dari luar.
maksud saya,kita lihat dengan teliti,dengan akal sehat,dengan ilmu,dengan fakta dan semua kabar,baik yang datangnya dari kaum kuffar maupun dari kaum muslim.
baiklah,sekarang kita lihat dulu berita dari situs JPNN.COM

SDA Minta FPI Rubah Metode Dakwah
 JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku tidak akan menghalang-halangi pembubaran organisasi massa (Ormas) yang dianggap melanggar aturan. Meskipun kata dia, pembubaran Ormas itu ada mekanismenya.
Pernyataan pria yang akrab disapa SDA ini terkait dengan wacana pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Kata dia, kalau memenuhi syarat, Ormas mana pun tentu bisa dibubarkan.
"Itu (wacana pembubaran FPI) masing-masing ada aturannya. Silahkan proses hukum, kalau memang memenuhi persyaratan siapa pun bisa dibubarkan," katanya, Minggu (19/2), di Jakarta, usai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-39 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Jakarta.
Walaupun begitu kata dia, opsi untuk memerbaiki tetap ada. Dalam kedudukannya sebagai Menteri Agama, ia mengaku berkali-kali mengajak agar FPI merubah metode dakwahnya. "Yang kelihatan keras, harus diubah menjadi lembut, persuasif dan simpatik. Ini yang saya minta dari FPI," katanya.
Ia juga meminta kepada FPI meninggalkan gerakan jalanan. "Karena gerakan jalanan itu lebih mudah disusupi berbagai pihak dengan berbagai kepentingan," ujarnya.
SDA juga menganjurkan kepada FPI untuk mengambil jalur politik konstitusional. Misalnya datang ke DPR atau DPD menyampaikan aspirasi. "Kalau DPR bukan saja di tingkat pusat atau DPR RI, tapi provinsi, kabupaten kota. Silahkan lewat jalur seperti itu," imbuhnya.
Dia juga mengimbau kepada FPI, jika melihat ada kejahatan atau pelanggaran Undang-undang, silahkan datang ke Polri. "Apakah ke Mabes, Kapolda, Polres dan seterusnya. Jalur itu yang harus ditempuh," timpalnya.
Menyinggung banyaknya aksi kekerasan yang terjadi di berbagai daerah dengan bermacam-macam latar belakang, SDA menegaskan tidak boleh dilanjutkan. "Kekerasan dalam bentuk apapun, kekerasan dengan alasan apapun termasuk kekerasan atas nama agama, kekerasan atas nama demokrasi juga, kekerasan atas nama pilkada. Jadi, sekarang ini berbagai macam bentuk kekerasan itu semakin marak, itu tidak boleh dilanjutkan," ujarnya.
"PPP menyatakan tidak bisa membenarkan kekerasan dalam bentuk apapun, oleh siapapun dan kepada siapapun. Bukan berarti PPP itu mendukung ini mendukung itu. Tapi kami mendukung kebenaran. Tidak boleh ada kekerasan," pungkas sang Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu.
untuk lihat langsung disumbernya anda klik disini

FPI Ancam Seret Anas


JAKARTA -Gerakan Front Pembela Islam (FPI) telah jauh masuk ke urusan hukum. Lebih tepatnya, ranah hukum yang berbau-bau politik. Staf Hukum Bidang Dakwah FPI, HM Hasbi Ibrohim blak-blakan menyampaikan kalimat yang menjurus memposisikan FPI berhadap-hadapan dengan Partai Demokrat.

Bahkan, secara khusus, langsung menyasar ke Anas Urbaningrum, Ketum DPP Demokrat yang namanya terseret perkara korupsi wisma atlit dengan terdakwa M Nazaruddin.

Dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2), Hasbi Ibrohim dua kali menyebut nama Anas, sekali menyebut nama Andi Mallarangeng, dan sekali menyebut Partai Demokrat. Penyebutan nama-nama itu dikaitkan dengan klaim Hasbi bahwa FPI juga konsen menyikat para koruptor.

"FPI konsen untuk pemberantasan korupsi, Partai Demokrat itu koruptor. Pemerintah, baik itu kepolisian, kejaksaan, sejumlah LSM, ikut larut. FPI pernah mengepung rumah Anas. Nanti mungkin kita seret Anas kalau KPK tak cepat menangkap," cetus Hasbi dengan nada tinggi dan menggebu-gebu.

Dia menjelaskan, aksi-aksi yang dilakukan FPI selama ini lebih merupakan bentuk kejengkelan tatkala aparat hukum diam saja saat ada kemungkaran yang jelas-jelas ada. Tatkala FPI melihat ada sarang narkoba, miras, tempat pijat esek-esek, selalu memberitahukan dulu ke polisi agar cepat ditindak. Hanya saja, polisi tetap mendiamkan saja. Ini yang mendorong FPI beraksi.

"Kalau hukum ditegakkan, tak perlu ada FPI. Kalau korupsi tak ada, tak perlu ada KPK," ujar Hasbi membandingkan keberadaan FPI dengan KPK.

"Nanti semua koruptor kita kepung, kita libas. Kita kepung rumah Anas, rumah Andi Mallarangeng," imbuhnya lagi.
sumber   JPNN
dari 2 berita di atas bagaimana menurut anda?
menurut kesimpulan sementaraku,dari 2 berita diatas.
1. ada kemungkinan FPI ini sengaja dibuat begitu agar FPI tidak bisa menghalang halangi gerakan pemerintah yang sekarang lagi menyusun strategi dalam politiknya untuk memperkuat kekuasaan
dari kalimat kalimat Menteri Agama Suryadharma Ali sepertinya ada unsur bujukan plus ancaman agar FPI ikut/mendukung partai politik (yang pastinya sekarang merasa diberatkan oleh FPI)
2. FPI sangat giat membasmi kemaksiatan,dan mungkin dengan adanya FPI islam akan lebih bagus dalam pelaksanaan kewajiban yang memang sudah diwajibkan dalam islam.
wallahu a;lam
bagaimana menurut anda?silahkan bernbagi pendapat,terima kasih sudah berkunjung.

anda juga bisa baca artikel yang lain:

  1. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  2. fikirkan saudara kita
  3. golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan i...
  4. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  5. FPI di hujat

0 komentar:

Posting Komentar

mohon berkomentar yang baik.
terima kasih sudah berkunjung dan atas komentar anda.