Selamat Datang Di Blog Pemapar Kebathilan

FPI dan SBY

dilain situs biasanya lain pula beritanya,hanya gaya penyuguhannya saja yang beda.
termasuk berita dibawah ini,dari kedua pihak sama sama di pintai komentarnya,hal ini biasanya lebih memantapkan kita,namun ini bisa menjadi lebih panas dan lebih panas lagi.
pada akhirnya malah bukan menyelesaikan masalah tapi malah nambah masalah.
bagaimana menurut anda?


Pertarungan Itu Antara FPI dan SBY

Jakarta — Kasus penolakan FPI di Palangkaraya Kalimantan Tengah menghangatkan kembali perseteruan lama Front Pembela Islam (FPI) dengan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan partainya, Demokrat. Pemantiknya adalah kehadiran Ulil Abshar Abdala dalam aksi penolakan FPI. Di lain sisi, Mendagri Gamawan Fauzi juga dinilai melakukan intervensi berlebihan.

Saking kesalnya, FPI menuding Demokrat sebagai partai koruptor. Merekapun berencana mengepung rumah petinggi Demokrat.

"Selama ini FPI tidak melakukan kekerasan. Demokrat koruptor itu memang akan terus kita serukan, kita perangi koruptor," kata staf hukum bidang dakwah FPI, Hasbi Ibrohim, dalam diskusi 'Polemik' bertajuk 'RUU Ormas' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2).

FPI pun mengaku akan memperjuangkan misinya itu. Bila selama ini sasaran massa FPI adalah tempat-tempat hiburan malam, kali ini mereka mengaku akan mengepung kediaman orang yang dianggap melakukan korupsi, meski belum ada putusan hukum dari pengadilan.

"Kita akan kepung rumah Anas, nanti kita akan kepung juga rumah Andi Mallarangeng, semua kita kepung. Koruptor kita libas," tegasnya.

FPI pernah mengepung rumah Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. FPI pun mengancam akan memaksa Anas keluar rumah untuk membawanya ke KPK.

"Makanya kemarin kami dan laskar sudah mengepung rumah Anas. Kalau KPK tidak segera menjadikannya tersangka mungkin kita akan seret Anas," kata Hasbi.

Di lain tempat, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyatakan bahwa Partai Demokrat sedang berupaya keluar dari keterpurukannya saat ini dengan membuat pengalihan isu pemberitaan.

"Demokrat ini kan memang lagi diperang. Demokrat ini kan lagi mengalami keterpurukan, diakui sendiri ratingnya turun, itu membutuhkan pengalihan isu, nah yang paling ampuh itu isu mengenai kekerasan dan FPI. Itu paling ampuh karena laku dijual," kata Munarman.
Lain halnya dengan tanggapan Ulil Abshar Abdala. Demokrat tak pernah menganggap FPI sebagai musuh. Hanya saja mereka tetap tak sefaham dengan organisasi masyarakat yang punya jalan pemikiran yang radikal. Karena itu kemarin, “"Saya hadir sebagaimana teman-teman yang lain untuk memberikan support. Saya memang setuju dengan tema yang diangkat teman-teman yang melakukan aksi yaitu Indonesia tanpa FPI. Ya saya sepakat," katanya.
Namun, Ulil membantah ikut merancang aksi tersebut. "Saya hanya memberikan support lewat kedatangan saya di Bundaran HI dan me-retweet di Twitter," ujarnya. Ulil pun menuding balik Munarman. "Jadi munarman ini cowok yang hobinya fitnah. Tulis saja begitu," ujarnya.

Ulil juga membantah dukungan terhadap aksi anti FPI untuk mengalihkan isu mengenai keterpurukan Demokrat. "Kalau Demokrat bisa mengalihkan isu, tentu isu-isu lain yang lebih besar juga dialihkan. Menurut saya isu banyak dan masing-masing boleh ditanggapi kalau relevan," ujarnya.

Menurut Ulil, persoalan FPI sudah menjadi sorotan dirinya sebelum masuk Demokrat. Menurutnya, FPI salah satu organisasi yang keberadaannya paling berbahaya. "FPI ini suatu organisasi yang menurut saya keberadaannya paling berbahaya dari sudut memelihara kebhinekaan negara kita," ujarnya.
sumber
dari berita diatas bagaimana menurut anda?

0 komentar:

Posting Komentar

mohon berkomentar yang baik.
terima kasih sudah berkunjung dan atas komentar anda.