Selamat Datang Di Blog Pemapar Kebathilan

Demokrat Boikot Media masa

Jakarta - Seluruh kader Partai Demokrat, terutama elitenya, diminta untuk memboikot media massa yang dianggap hanya mengadu domba internal partai dan selalu mendiskreditkan nama SBY dan Partai Demokrat melalui pemberitaan yang mereka buat. Namun, ada media yang sama sekali tak pernah memberitakan atas keberhasilan SBY sebagai kepala pemerintahan.
"Bukan sekali atau dua kali Demokrat diadu-domba di depan publik oleh media. Kini, saatnya kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk melakukan boikot terhadap media yang terindikasi punya tendensi politik dalam menghancurkan partai Demokrat," ujar Ketua Biro Bidang Hukum dan HAM Partai Demokrat Jemmy Setiawan dalam siaran pers Sabtu (18/2).
Seruan ini, kata Jemmy, hendaknya disadari oleh keluarga besar partai Demokrat maupun kelompok-kelompok yang ada di barisan SBY. Seruan pemboikotan, kata Jemmy lagi, setidaknya dilakukan dengan menolak wawancara ataupun dijadikan sebagai narasumber oleh media yang terindikasi punya kepentingan politik tersebut.

"Ini adalah bentuk perlawanan terhadap media yang tidak berimbang dalam memberikan porsi pemberitaan, atau bahkan timpang menyampaikan informasi. Seluruh intrumen Demokrat harus segera sadar akan gendang yang dimainkan oleh lawan-lawan yang ada. Sedapat mungkin, setiap kader harus hindari menjadi oknum narsis yang selalu nongol di media, padahal hal itu bagian dari jebakan-jebakan politik," katanya lagi.

Ditegaskan, masih bayak media dan instrumen corong pemberitaan yang independen dalam mengedepankan informasi yang berbasis fakta atau berimbang dalam penyampaian informasi. Dan bukan menggiring opini dalam kepentingan tertentu.
Media yang dimaksud, dianggap telah menyampaikan berita yang tidak berimbang, dan bahkan cenderung timpang. "Partai Demokrat dan barisan Pendukung SBY sadar mulai saat ini siap menghadapi kekalahan di 2014," Jemmy menegaskan
sumber
baca juga artikel ini:

Demokrat Boikot Media masa
FPI dan SBY
mencermati tindak FPI
FPI di hujat
Kritik Terhadap Quraish Shihab
fikirkan saudara kita
golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan i...
MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!

FPI dan SBY

dilain situs biasanya lain pula beritanya,hanya gaya penyuguhannya saja yang beda.
termasuk berita dibawah ini,dari kedua pihak sama sama di pintai komentarnya,hal ini biasanya lebih memantapkan kita,namun ini bisa menjadi lebih panas dan lebih panas lagi.
pada akhirnya malah bukan menyelesaikan masalah tapi malah nambah masalah.
bagaimana menurut anda?


Pertarungan Itu Antara FPI dan SBY

Jakarta — Kasus penolakan FPI di Palangkaraya Kalimantan Tengah menghangatkan kembali perseteruan lama Front Pembela Islam (FPI) dengan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan partainya, Demokrat. Pemantiknya adalah kehadiran Ulil Abshar Abdala dalam aksi penolakan FPI. Di lain sisi, Mendagri Gamawan Fauzi juga dinilai melakukan intervensi berlebihan.

Saking kesalnya, FPI menuding Demokrat sebagai partai koruptor. Merekapun berencana mengepung rumah petinggi Demokrat.

"Selama ini FPI tidak melakukan kekerasan. Demokrat koruptor itu memang akan terus kita serukan, kita perangi koruptor," kata staf hukum bidang dakwah FPI, Hasbi Ibrohim, dalam diskusi 'Polemik' bertajuk 'RUU Ormas' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2).

FPI pun mengaku akan memperjuangkan misinya itu. Bila selama ini sasaran massa FPI adalah tempat-tempat hiburan malam, kali ini mereka mengaku akan mengepung kediaman orang yang dianggap melakukan korupsi, meski belum ada putusan hukum dari pengadilan.

"Kita akan kepung rumah Anas, nanti kita akan kepung juga rumah Andi Mallarangeng, semua kita kepung. Koruptor kita libas," tegasnya.

FPI pernah mengepung rumah Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. FPI pun mengancam akan memaksa Anas keluar rumah untuk membawanya ke KPK.

"Makanya kemarin kami dan laskar sudah mengepung rumah Anas. Kalau KPK tidak segera menjadikannya tersangka mungkin kita akan seret Anas," kata Hasbi.

Di lain tempat, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyatakan bahwa Partai Demokrat sedang berupaya keluar dari keterpurukannya saat ini dengan membuat pengalihan isu pemberitaan.

"Demokrat ini kan memang lagi diperang. Demokrat ini kan lagi mengalami keterpurukan, diakui sendiri ratingnya turun, itu membutuhkan pengalihan isu, nah yang paling ampuh itu isu mengenai kekerasan dan FPI. Itu paling ampuh karena laku dijual," kata Munarman.
Lain halnya dengan tanggapan Ulil Abshar Abdala. Demokrat tak pernah menganggap FPI sebagai musuh. Hanya saja mereka tetap tak sefaham dengan organisasi masyarakat yang punya jalan pemikiran yang radikal. Karena itu kemarin, “"Saya hadir sebagaimana teman-teman yang lain untuk memberikan support. Saya memang setuju dengan tema yang diangkat teman-teman yang melakukan aksi yaitu Indonesia tanpa FPI. Ya saya sepakat," katanya.
Namun, Ulil membantah ikut merancang aksi tersebut. "Saya hanya memberikan support lewat kedatangan saya di Bundaran HI dan me-retweet di Twitter," ujarnya. Ulil pun menuding balik Munarman. "Jadi munarman ini cowok yang hobinya fitnah. Tulis saja begitu," ujarnya.

Ulil juga membantah dukungan terhadap aksi anti FPI untuk mengalihkan isu mengenai keterpurukan Demokrat. "Kalau Demokrat bisa mengalihkan isu, tentu isu-isu lain yang lebih besar juga dialihkan. Menurut saya isu banyak dan masing-masing boleh ditanggapi kalau relevan," ujarnya.

Menurut Ulil, persoalan FPI sudah menjadi sorotan dirinya sebelum masuk Demokrat. Menurutnya, FPI salah satu organisasi yang keberadaannya paling berbahaya. "FPI ini suatu organisasi yang menurut saya keberadaannya paling berbahaya dari sudut memelihara kebhinekaan negara kita," ujarnya.
sumber
dari berita diatas bagaimana menurut anda?

mencermati tindak FPI

"mencermati tindak FPI" sesuai dengan judulnya,saya mengajak semua kaum muslim untuk meluangkan waktu untuk mencermati tindak FPI baik itu dari dalam maupun dari luar.
maksud saya,kita lihat dengan teliti,dengan akal sehat,dengan ilmu,dengan fakta dan semua kabar,baik yang datangnya dari kaum kuffar maupun dari kaum muslim.
baiklah,sekarang kita lihat dulu berita dari situs JPNN.COM

SDA Minta FPI Rubah Metode Dakwah
 JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku tidak akan menghalang-halangi pembubaran organisasi massa (Ormas) yang dianggap melanggar aturan. Meskipun kata dia, pembubaran Ormas itu ada mekanismenya.
Pernyataan pria yang akrab disapa SDA ini terkait dengan wacana pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Kata dia, kalau memenuhi syarat, Ormas mana pun tentu bisa dibubarkan.
"Itu (wacana pembubaran FPI) masing-masing ada aturannya. Silahkan proses hukum, kalau memang memenuhi persyaratan siapa pun bisa dibubarkan," katanya, Minggu (19/2), di Jakarta, usai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-39 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Jakarta.
Walaupun begitu kata dia, opsi untuk memerbaiki tetap ada. Dalam kedudukannya sebagai Menteri Agama, ia mengaku berkali-kali mengajak agar FPI merubah metode dakwahnya. "Yang kelihatan keras, harus diubah menjadi lembut, persuasif dan simpatik. Ini yang saya minta dari FPI," katanya.
Ia juga meminta kepada FPI meninggalkan gerakan jalanan. "Karena gerakan jalanan itu lebih mudah disusupi berbagai pihak dengan berbagai kepentingan," ujarnya.
SDA juga menganjurkan kepada FPI untuk mengambil jalur politik konstitusional. Misalnya datang ke DPR atau DPD menyampaikan aspirasi. "Kalau DPR bukan saja di tingkat pusat atau DPR RI, tapi provinsi, kabupaten kota. Silahkan lewat jalur seperti itu," imbuhnya.
Dia juga mengimbau kepada FPI, jika melihat ada kejahatan atau pelanggaran Undang-undang, silahkan datang ke Polri. "Apakah ke Mabes, Kapolda, Polres dan seterusnya. Jalur itu yang harus ditempuh," timpalnya.
Menyinggung banyaknya aksi kekerasan yang terjadi di berbagai daerah dengan bermacam-macam latar belakang, SDA menegaskan tidak boleh dilanjutkan. "Kekerasan dalam bentuk apapun, kekerasan dengan alasan apapun termasuk kekerasan atas nama agama, kekerasan atas nama demokrasi juga, kekerasan atas nama pilkada. Jadi, sekarang ini berbagai macam bentuk kekerasan itu semakin marak, itu tidak boleh dilanjutkan," ujarnya.
"PPP menyatakan tidak bisa membenarkan kekerasan dalam bentuk apapun, oleh siapapun dan kepada siapapun. Bukan berarti PPP itu mendukung ini mendukung itu. Tapi kami mendukung kebenaran. Tidak boleh ada kekerasan," pungkas sang Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu.
untuk lihat langsung disumbernya anda klik disini

FPI Ancam Seret Anas


JAKARTA -Gerakan Front Pembela Islam (FPI) telah jauh masuk ke urusan hukum. Lebih tepatnya, ranah hukum yang berbau-bau politik. Staf Hukum Bidang Dakwah FPI, HM Hasbi Ibrohim blak-blakan menyampaikan kalimat yang menjurus memposisikan FPI berhadap-hadapan dengan Partai Demokrat.

Bahkan, secara khusus, langsung menyasar ke Anas Urbaningrum, Ketum DPP Demokrat yang namanya terseret perkara korupsi wisma atlit dengan terdakwa M Nazaruddin.

Dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2), Hasbi Ibrohim dua kali menyebut nama Anas, sekali menyebut nama Andi Mallarangeng, dan sekali menyebut Partai Demokrat. Penyebutan nama-nama itu dikaitkan dengan klaim Hasbi bahwa FPI juga konsen menyikat para koruptor.

"FPI konsen untuk pemberantasan korupsi, Partai Demokrat itu koruptor. Pemerintah, baik itu kepolisian, kejaksaan, sejumlah LSM, ikut larut. FPI pernah mengepung rumah Anas. Nanti mungkin kita seret Anas kalau KPK tak cepat menangkap," cetus Hasbi dengan nada tinggi dan menggebu-gebu.

Dia menjelaskan, aksi-aksi yang dilakukan FPI selama ini lebih merupakan bentuk kejengkelan tatkala aparat hukum diam saja saat ada kemungkaran yang jelas-jelas ada. Tatkala FPI melihat ada sarang narkoba, miras, tempat pijat esek-esek, selalu memberitahukan dulu ke polisi agar cepat ditindak. Hanya saja, polisi tetap mendiamkan saja. Ini yang mendorong FPI beraksi.

"Kalau hukum ditegakkan, tak perlu ada FPI. Kalau korupsi tak ada, tak perlu ada KPK," ujar Hasbi membandingkan keberadaan FPI dengan KPK.

"Nanti semua koruptor kita kepung, kita libas. Kita kepung rumah Anas, rumah Andi Mallarangeng," imbuhnya lagi.
sumber   JPNN
dari 2 berita di atas bagaimana menurut anda?
menurut kesimpulan sementaraku,dari 2 berita diatas.
1. ada kemungkinan FPI ini sengaja dibuat begitu agar FPI tidak bisa menghalang halangi gerakan pemerintah yang sekarang lagi menyusun strategi dalam politiknya untuk memperkuat kekuasaan
dari kalimat kalimat Menteri Agama Suryadharma Ali sepertinya ada unsur bujukan plus ancaman agar FPI ikut/mendukung partai politik (yang pastinya sekarang merasa diberatkan oleh FPI)
2. FPI sangat giat membasmi kemaksiatan,dan mungkin dengan adanya FPI islam akan lebih bagus dalam pelaksanaan kewajiban yang memang sudah diwajibkan dalam islam.
wallahu a;lam
bagaimana menurut anda?silahkan bernbagi pendapat,terima kasih sudah berkunjung.

anda juga bisa baca artikel yang lain:

  1. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  2. fikirkan saudara kita
  3. golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan i...
  4. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  5. FPI di hujat

FPI di hujat

entah kenapa dan kenapa saya pribadi selalu tidak terima tiap kali FPI itu di caci maki,karna saya meyakini bahwa FPI itu sebenarnya melakukan kebrutalan karna ada sebab,tidak mungkin ada orang tahu tahu mengamuk tanpa sebab.
dan saya mempunyai keyakinan bahwa tiap tiap FPI melakukan tindakan selalu dibesar besarkan oleh media dan keyakinan saya ini diperkuat oleh beberapa artikel dari berbagai situs dan saya dengar dari beberapa tokoh masyarakat yang bukan golongan FPI.
tapi semua serahkan saja pada allah swt.
barusan saya singgah di yahoo dan membaca postingan disana yang mengenai FPI.
orang orang yang mencaci maki FPI masya allah.....
sangat sangat banyak.
seakan akan merekalah orang tersuci didunia ini.
menurut saya mulut mulut mereka bukanlah mulut seorang muslim,mereka main hujat tanpa dalil dan dasar ilmu astaghfirallah...
mungkin anda ingin membaca artikel yang saya baca,maka saya akan paste disini sekalian buat arsip diblog saya ini.

Ketua MPR Dukung Masyarakat Kalteng Usir FPI
Kearifan lokal harus dihormati setiap orang siapapun tanpa kecuali

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufik Kiemas membela tindakan masyarakat adat Dayak, di Kalimantan Tengah, Sabtu (11/2) lalu, yang mendemo rencana pendirian Forum Pembela Islam (FPI) di wilayah itu.

Menurut Taufik, tindakan masyarakat adat Dayak itu harus dilihat dalam kerangka kearifan budaya dan pilihan masyarakat lokal.

"Kearifan lokal harus dihormati setiap orang siapapun tanpa kecuali," kata Taufik Kiemas dalam acara puncak "Perayaan Kerukunan Umat Beragama" di gedung DPR, Jakarta, hari ini.

Dia melanjutkan bahwa menghargai kearifan lokal itu sangat penting karena hanya dengan itulah kekerasan yang terkait budaya dan adat bisa dihentikan.

Dengan demikian, sebuah organisasi tertentu seharusnya juga bisa menghargai suara masyarakat lokal yang hendak didatanginya. Tanpa adanya penghormatan itu, kata Taufik, maka konflik dan kekerasan yang akan terjadi.

"Kalau kearifan lokalnya kayak begitu, ya begitu," tegas dia.

Sebelumnya, masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah menolak kehadiran FPI di wilayah mereka karena dianggap tak menghargai kebhinekaan. Tindakan masyarakat lokal itu didukung oleh Pemerintah daerah setempat.
sekedar masukan buat FPI kalau kebetulan anda membaca artikel ini mohon tinggalkan komentar dan tolong berisaya keterangan apa yang terjadi sesungguhnya.
dan yang paling saya tidak terima,banyaknya yang menghujat habib rizieq,beliau adalah seorang habib yang patut dihormati bukan dicaci maki,itu yang sangat menyakitkan hati saya.
seorang muslim tidak akan gampang menghujat kalau tidak didasari dalil dan ilmu yang menunjukkan boleh mengungkapkan kesalahan muslim yang lain.
sekian dari saya wasalam