Selamat Datang Di Blog Pemapar Kebathilan

Kritik Terhadap Quraish Shihab

Kritik Buku M. Quraish Shihab: "Jilbab Pakaian Wanita Muslimah”
oleh: A. Hakim

Pada tahun 2004, M. Quraish Shihab, yang dikenal sebagai tokoh mufassir Indonesia, menulis sebuah buku yang membahas tentang jilbab. Bukunya berjudul: "Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer".
Meski Quraish mengaku hanya mengemukakan pendapat pakar tentang persoalan jilbab tanpa menetapkan satu pilihan, namun bagi setiap pembaca mendapatkan kesan bahwa memakai jilbab tidak wajib bagi muslimah. Jilbab adalah masalah khilafiyah.
Pandangan Quraish Shihab tersebut, merupakan hasil kesimpulannya setelah memaparkan aneka pendapat ulama masa lalu dan cendekiawan kontemporer tentang jilbab.
Menurutnya, perbedaan para pakar hukum itu adalah perbedaan antara pendapat-pendapat manusia yang mereka kemukakan dalam konteks situasi zaman serta kondisi masa dan masyarakat mereka, serta pertimbangan-pertimbangan nalar mereka, dan bukannya hukum Allah yang jelas, pasti dan tegas.

Kritik Atas Pandangan Quraish Shihab tentang Jilbab

Quraish Shihab menganggap bahwa ayat-ayat al-Qur'an yang berbicara tentang pakaian wanita (Q.S. 33:59, 24:31) mengandung aneka interpretasi. Sedangkan hadits-hadits yang merupakan rujukan untuk pembahasan tentang batas-batas aurat wanita, terdapat ketidaksepakatan tentang nilai ke-shahihannya. Dengan demikian, kesimpulan Quraish, ketetapan hukum tentang batas yang ditoleransi dari aurat atau badan wanita bersifat zhanniy yakni dugaan.

Sebenarnya, berdasarkan kedua ayat di atas, tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama tentang wajibnya jilbab bagi muslimah. Dan hal ini sebenarnya nampak di dalam paparan buku Quraish Shihab sendiri, yaitu pada bagian pandangan ulama masa lalu. Di sana dapat dilihat bahwa di antara ulama, tidak ada yang berpendapat bahwa jilbab itu tidak wajib. Perbedaan pendapat (khilafiyah) di antara mereka hanya pada batas aurat wanita, apakah seluruh badan dengan menutup semua wajah, tangan dan kaki ataukah dengan membuka ketiganya (wajah, tangan dan kaki) dalam batas-batas tertentu?. Tidak ada di antara mereka yang mempermasalahkan tentang rambut, leher, dan dada. Karena memang mereka sepakat bahwa ketiga anggota tersebut harus ditutup.

Ibn Hajar al-Asqallani dalam bukunya Fath al-Bari menulis bahwa: “Di sini terdapat peringatan bahwa tujuan hijab adalah ketertutupan agar tidak nampak sesuatu dari badan wanita.”

Lalu, mengapa Quraish Shihab berpendapat bahwa tejadi khilafiyyah dalam masalah jilbab? Itu karena di dalam bukunya, dikutip pendapat-pendapat cendekiawan kontemporer yang menganggap bahwa jilbab itu tidak wajib. Kaitanyya dengan itu, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab dulu, yaitu: mengapa Quraish Shihab menggunakan istilah cendekiawan ketika menyebut cendekiawan kontemporer? Tidak menggunakan istilah ulama sebagaimana yang dia gunakan untuk menyebut ulama masa lalu? Lalu, apakah ada perbedaan makna antara ulama dan cendekiawan? Dan apakah ada perbedaan syarat atau kriteria di antara keduanya? Kalau memang ada perbedaan, sejauh mana? Dan mana yang harus kita ikuti pendapatnya? Dan apa saja kriteria cendekiawan yang dikutip pendapatnya? Serta mengapa Quraish tidak membandingkan saja antara ulama masa lalu dengan ulama kontemporer?

Sayangnya Quraish tidak menjelaskan sama sekali tentang pertanyaan-pertanyaan di atas. Jawaban pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting supaya tidak masuk dalam kesalahan mengambil narasumber karena ketidaksesuaian antara materi yang dibahas dengan keahliannya; dan supaya terhindar dari kesalahan membandingkan nara sumber yang tidak sepadan, untuk mengambil kesimpulan bahwa hal yang dibahas itu termasuk khilafiyah atau tidak. Sebagai ilustrasi, apakah bisa diterima pendapat seorang pakar ekonomi ketika ia menyampaikan analisa tentang kesehatan dan penyakit seseorang? Tentu pendapatnya tidak bisa diterima. Dan bagaimana hasilnya apabila kita membandingkan pendapat murid SMA dengan ulama tentang hukum suatu masalah? Tentu jawaban mereka sangat mungkin akan berbeda. Lalu apakah dari perbedaan itu kemudian bisa diambil kesimpulan bahwa hukum masalah itu termasuk khilafiyah?

Quraish Shihab di dalam bukunya, membagi cendekiawan kontemporer menjadi dua kelompok, yaitu:

1. Kelompok pertama, mengemukakan pendapatnya tanpa dalil keagamaan atau kalaupun ada, maka itu sangat lemah lagi tidak sejalan dengan kaidah-kaidah dan disiplin ilmu agama. Hal semacam itu tentu saja tidak dapat diterima. (kalimat ini merupakan kalimat Quraish Shihab sendiri)

2. Kelompok kedua, merujuk kepada kaidah-kaidah keagamaan yang juga diakui oleh para ulama, hanya saja dalam penerapannya antara lain dalam konteks pakaian/aurat, tidak mendapat dukungan ulama terdahulu dan sebagian ulama kontemporer.

Quraish, meskipun sudah menulis bahwa pendapat kelompok pertama tidak dapat diterima, namun tetap menulis pendapat-pendapat mereka. Hal ini seharusnya tidak boleh dilakukan, karena pendapat mereka tidak bisa diterima menurut kaidah ilmu agama dan juga tidak bisa dibandingkan dengan pandangan para ulama untuk membuat suatu kesimpulan apakah jilbab masuk wilayah khilafiyyah atau tidak.

Tentu ini bisa menjadikan pembaca berkesimpulan bahwa memang banyak cendekiawan kontemporer yang berpendapat bahwa jilbab itu tidak wajib. Padahal apabila semua pendapat cendekiawan kontemporer yang termasuk kelompok pertama dihapus/dihilangkan dari bukunya Quraish Shihab, maka cendekiawan kontemporer yang berpendapat jilbab itu tidak wajib hanya seorang, yaitu ‘Asymawi. Bisakah diambil kesimpulan bahwa jilbab adalah masuk wilayah khilafiyyah padahal para ulama sepakat akan kewajibannya dan yang berbeda dengan mereka hanya seorang, yaitu .Asymawi? Dan itu pun ada “catatan pribadi” dan kritik atas pendapat ‘Asymawi.

Siapa sosok Sa'id 'Asymawi itu? Nirwan Syafrin dalam bukunya, Kritik terhadap Paham Liberalisasi Syariat Islam,menulis bahwa Sa'id al-'Asymawi adalah cendekiawan muslim Mesir yang keras menentang penerapan syari’at.

Dengan mengetahui sosok Asymawi dan pemikirannya, seharusnya kita tidak mengambil pendapatnya. Lebih-lebih ketika pendapatnya bertentangan dengan ijma’ ulama mulai zaman sahabat hingga sekarang. Bagaimana mungkin tentang hukum agama kita lebih memilih pendapat dari orang yang terkenal sebagai penentang penerapan syari’at Islam dan mengabaikan pendapat para sahabat dan para ulama yang sudah terkenal berjuang membela agama? Dan seharusnya kita juga tidak membandingkan pendapatnya dengan pendapat para ulama yang otoritatif untuk menafsiri al-Qur’an dan istimbatul hukm. Wallohu a’lamu.

 M Qurais Shihab, 2004, "Jilbab pakaian Wanita Muslimah , Pandangan Ulama Masa Lalu & Cendekiawan Kontemporer", Jakarta: Lentera Hati, hal. 189.

 Ibid., hal.4-5.

 Ibid, hal. 180.

Ibid., hal. 180.

Ibid., hal. 179.

Ibid., hal. 55-122.
Ahmad Ibn Hajar al-‘Asqallani,____, “Fath al-Bari”, Beirut: Dar al-Ma’rifah, cet. II., jilid VIII, hal. 530; sebagaimana dikutip M Quraish Shihab, op. cit., hal. 63-64.
M. Quraish Shihab, op cit., hal. 127-128.
 Nirwan Syafrin, 2007, "Kritik terhadap Paham Liberalisasi Syariat Islam", Jakarta: Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, hal. 28-39.

fikirkan saudara kita

assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.orang islam seharusnya kompak,bersatu saling bahu membahu memajukan islam,tapi sayangnya sekarang ini menurut pengamatan saya hususnya didaerah saya dan daerah daerah yang saya ketahui tidak seperti itu keadaannya.
sekarang ini sesama muslim saling menjatuhkan,saling menghujat,seharus kita sebagai orang islam haruslah berpegang teguh kepada alqur'an dan alhadits,tidak mengutamakan fikiran kita yang terselubungi ego dan hawa nafsu yang jahat,seperti contoh,baru baru ini saya baca kabar di yahoo,saya pedih sekali membaca,karna orang islam selalu diintimidasi oleh kaum kuffar,dan bagaimana sikap kaum muslim lainnya?
TIDAK ADA!
semua hanya sibuk dengan duniawi mereka masing masing.
diantara sekian banyak artikel yang saya baca,kebetulan masih ada satu artikel yang terbaru yang masih saya ingat alamatnya,agar akhi sekalian bisa baca saya akan paste dibawah ini.semoga akhi sekalian bisa mencerna dan ikut memikirkan saudara saudara kita yang didholimi.
Israel Cari Cara Matikan Adzan
Pemerintah Israel mencari cara agar suara volume suara adzan dari berbagai Masjid di wilayah perbatasan Israel-Palestina dapat dikecilkan atau dimatikan. Hal ini dikarenakan para pemukim Yahudi yang mengeluh, adzan itu menyebabkan kebisingan ketika mereka sedang tidur.

Dalam laman Haaretz, Rabu (18/1), Administrasi Pemerintahan Sipil Israel di Tepi Barat mencari cara penggunaan teknologi untuk mematikan volume suara panggilan muadzin tersebut.

Kepala Administrasi Pemerintahan Sipil Israel, Brigjen Moti Almoz mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli teknis militer. Agar dapat dicari teknologi untuk dapat mematikan secara otomatis volume adzan dari wilayah Palestina.

Pejabat Administrasi Sipil beranggapan tidak perlu meminta persetujuan otoritas palestina. “Pemerintah Palestina akan menyambut baik hal ini, banyak juga warga Palestina juga mengeluhkan tentang suara keras ini,” ujarnya.

Ternyata teknologi juga dapat berdampak bagi masjid di wilayah Israel. Bulan lalu, Pejabat Israel dari Partai Yisrael Beiteinu, Anastassia Michaeli mengajukan RUU untuk melarang penggunaan sistem suara oleh muadzin di Masjid. Karena alasan yang sama kebisingan. RUU ini awalnya didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tapi akhirnya gagal karena keberatan dari pejabat lain dari partai Likud.

Di wilayah Hebron, Pemukim Yahudi bahkan membalas suara adzan dengan membunyikan musik Hasid khas Yahudi dengan pengeras suara sekencang-kencangnya. Namun akhirnya dapat dimediasi oleh Departemen Perlindungan Lingkungan, dengan alasan wilayah masjid di dekat pemukiman yahudi ini berada dalam makam leluhur yang berada diwilayah kendali Israel.
jangan lupa doakan saudara saudara kita ya akhi,dan semoga saja islam selalu jaya amin.wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan islam

banyak sekali orang islam yang masih rendah kesadarannya terhadap golongan golongan yang sangat gigih untuk menghancurkan islam.
mereka bergerak mulus melalui internet,buku bahkan lewat universitas terkemuka.
mereka mempengaruhi kaum muslim dengan pemikiran pemikiran mereka yang masih labil dan keminiman ilmu syari'ah dan tauhid.
golongan golongan yang bergerak melalui buku anda bisa baca postingan saya (MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!) yang bergerak melalui internet seperti pesantren virtual,era muslim dll.
memang secara dhahiriah golongan golongan ini sangat islami namun sebenarnya mereka mengikis syari'ah bahkan tauhid dari dalam dan dengan sangat samar.
yang lebih bahaya lagi para dosen yang memberikan keterangan keterangan yang meyimpang kepada pra mahasiswanya,hal ini sebenarnya sudah lama terjadi dinegara ini,namun sampai saat ini masih tidak ada upaya penumpasannya.
satu contoh para dosen yang sukses mengtori otak para mahasiswanya adalah ditempat kulliyah adik saya (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) disana banyak mahasiswa jurusan ilmu kalam yang berani menginjak al-qur'an karna mereka menganggap al-qur'an itu syaiun jadid.
dari mana keterangan tersebut?
tentunya dari dosen mereka,tidak mungkin dari tukang becak.
saya sudah sempat cari tahu dan ternyata para dosen dosen agama yang melakukan seperti banyak hanya belajar sendiri dari buku buku terjemah yang penulisnya juga bukan orang bisa dipercaya seperti pengarang buku (MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!)
maka dari itu harap para bapak dan ibu yang mempunyai putra putri yang sedang atau hendak meneruskan sekolah tinggi meninjau dan menjaga putra putri anda dengan peninjauan yang maksimal.
himbawan ini juga berlaku untuk semua golongan dan mohon disebar luaskan,karna mungkin saja postingan ini bermanfaat dan bisa menjadi sebab kehati hatian para kaum muslim  khusunya yang ada dinegara kita ini.
wassalamu'alaikum wr.wb.

MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!

(MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!)yang ditulis oleh MOESLIH ROSYID?
kalau anda membacanya harap jangan diterima semuanya dan jangan menjadikannya pedoman dalam kehidupan anda,karna didalamnya banyak sekali kesalahannya.
kemaren saya saat saya bertemu dengan paman saya,saya dikasih buku (mengobati penyakit itu mudah!!) beliau memberikan buku itu saya,saya heran kenapa beliau memberikan buku seperti itu kepada saya,padahal beliau pendidikannya bagus,alumni pesantren,bisa baca kitab,jadi tokoh masyarakat,tapi kok beli buku seperti itu.
karna penasaran saya tanya pada beliau.
tumben OM beli buku kayak ginian,biasanya kan kitab kitab salaf.
beliau menjawab.saya tidak beli tapi tadi madrasah dapat bantuan terus saya mengambil uang bantuan di POST,eeeh gak tahunya masih ada pemotongan pemotongan,diantaranya dipotong dengan membeli buku ini,lo...kok bisa gitu OM?tanyaku heran.
ya emang gitu,aku tidak tahu juga,yang aku tahu yang mengarang buku ini kepala kantor post,keterangannya ada didalam tapi tidak banyak,coba kamu kaji bagaimana menurut kamu,kata OMku.
lalu tidak lama kemudian aku pamitan mau keluar aku bawa buku itu,kira kira 3 hari dari itu baru aku baca buku tersebut,nah,waktu baca itulah aku menemukan beberapa kesalahan,baik dari kesalahan dalam penulisan maupun kesalahan dalam i'tiqadiah dan syar'i.
saya tidak bisa banyak cerita disini karna saya juga masih belum khatam membacanya,selain sudah males karna terlalu banyak salahnya juga karna tidak adanya waktu buat baca buku gituan,tapi kalau diantara saudara ada yang mempertanyakannya saya akan menjawab sebisa saya.
diantara kesalahannya.
1.menyebutkan jin qarin yang berganti dari orang ini keorang itu.
hal itu tidak benar.
qarin itu adalah syaithan yang memang ditugaskan oleh iblis dan pada tiap tahunnya disidang untuk mempertanggung jawabkan kerjanya dan qarin yang lain adalah malaikat yang menjaga sesuai dengan ketentuan allah swt.
hal ini bisa dilihat dalam kitab assirrul maknun juz 2.
masalah malaikatnya bisa juga dilihat ditafsir surat ra'ad.
didalam kitab sirrulmadlrub qarin juga bisa diketahui dan ditentukan oleh nama.
2. doa doa dan wiritan yang disajikan didalam buku tersebut banyak salahnya,dan ada doa nurbuahnya,padahal doa tersebut tidak jelas pengarangnya,kitab yang menjadi pelopor doa tersebut adalah majmu'atusy syarifah dan kitab tersebut mardud dan dicela karna mengada ngada tentang rasulullah saw.
doanyapun salah dalam ilmu nahwu.
3.menulis hadits dan alqur'an dengan bahasa ajam saja.
hukumnya sudah jelas haram.
4.penjualan buku yang tidak mengikuti hukum bai' dalam ilmu fiqh
5.unsur riya'nya terlalu jelas.sampai sampai seakan akan dia tahu segalanya dan para teman temannya merekomondasikan dia sebagai ustadz.
6.tidak bisa membedakan mana jin thaif dan jin khadim
7.meremehkan rasulullah saw dengan mengatakan datang padanya hanya dengan cara cara yang mudah tanpa ilmu yang haq,'adl dalam i'tiqadiah dan syara'
8.tidak faham pada mukjizat.dia mengatakan dalam bukunya banyak sekali tentang mukjizat,diantaranya mukjizat sedekah.
padahal mukjizat itu hanya buat rosul bukan buat selain rasul.dalam hal ini jelas bahwa si pengarang tidak tahu tauhid.
buat saudara saudaraku kalau anda punya buku tersebut mohon dikaji ulang jangan diyakini semuanya,dan ingatlah!mengkaji ilmu itu bisa shah hanya dengan musyafahah dengan guru yang memang sudah ahli.
semoga keterangan saya ini bermanfaat dan bisa mencegah kesesatan yang kian merajalela amin ya robbal 'alamin.wassalamu'alaikum.wr.wb.