Selamat Datang Di Blog Pemapar Kebathilan

Diam Diam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Menyesatkan

Diam Diam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Menyesatkan

Tadi malam saya menonton sinetron Tukang Bubur Naik Haji dan saya sangat kecewa karna senetron yang saya sukai tersebut semakin lama semakin banyak salahnya.
Kesalahan kesalahan dalam Film Film Indonesia sebenarnya penyebabnya hampir sama,dan kesalahan kesalahan Film Film Indonesia juga sama,yaitu banyaknya salah pengucapan dan tidak fahamnya kepada islam atau aliran islam itu sendiri.
Saya disini dan saat sekarang tidak bisa menjelaskan apa saja kesalahan dalam Film Film Bernuansa Islam Di Indonesia atau Kesalahan dalam Sinetron Sinetron Indonesia secara lengkap dan gamblang.
Secara singkat kesalahan yang sering terjadi,dan boleh dibilang semua perfilman indonesia masih sangat tidak fasih menyebut lafadh lafadh arab,seperti contohnya menyebut "ustadzah" dengan "ustazah","adzan" dengan "azan","ramadlan" dengan "ramadan","dhuhur" dengan "zuhur" dan banyak yang lainnya.
lebih parahnya,tadi malam dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji mengatakan bahwa melakukan Haji bukanlah wajib,akan tetapi hanya lebih baik.
hal itu sangat salah.
Haji itu jelas hukumnya wajib.
Haji adalah rukun islam yang ke5.orang yang belum melaksanakan ibadah haji berarti masih belum sempurna islamnya apabila dia memang sudah mampu melaksanakan haji baik dalam segi ekonomi maupun  jasmani.
kewajiban haji itu bisa hilang/tidak mengamal lagi apabila ada unsur ketidak mampuan atau sudah pernah melaksanakannya.
haji yang kedua,ketiga dan seterusnyalah yang mempunyai hukum sunnah,namun haji yang pertama adalah wajib.
Sedangkan yang dibahas di Sinetron Tukang Bubur Naik Haji adalah haji yang pertama yang hendak dilakukan oleh pak ustadz di Sinetron Tukang Bubur Naik Haji waktu sedang berdialog dengan si kardun.
Jadi menurut saya,Sinetron Tukang Bubur Naik Haji perlu merubah dan diperbaiki lagi.
Semoga saja postingan "Diam Diam Sinetron Tukang Bubur Naik Haji Menyesatkan" ini dibaca oleh orang orang yang bersangkutan "itulah harapan Pemapar Kebathilan"

Bulan Ramadlan Tak Indah Lagi Karna Orang Wahabi

Bulan Suci Ramadlan yang sudah seharusnya kita manfaatkan dengan sebaik baiknya,karna hanya dengan bergembira dengan kedatangan bulan Ramadlan api neraka diharamkan membakar kita.
Bulan Ramadlan adalah bulan yang sangat istimewa
Tiap Bulan Ramadlan saya bersama saudara saudara saya bersama sama kemasjid untuk menunaikan shalat isya' dan shalat tarawih berjema'ah.
Setelah Menunaikan Shalat Tarawih Dengan Berjama'ah kami biasanya bersalam salaman,Bahagia..sekali rasanya,hati ini terasa sejuk dan damai.
Namun hal itu tidak terjadi lagi tadi malam,karna kami berhujjah habis habisan dengan orang yang berfaham wahabi,yang mengaku ngaku pengikut salafi,berpegang teguh pada alqur'an dan hadits.
Dia seenaknya mengatakan kami ahlul bid'ah,karna shalat tarawih berjama'ah dan bersalam salaman,katanya hal itu tidak dilakukan oleh rasulullah saw.
kami sampai lama berdebat,orang wahabi tersebut sangat ngotot mengatakan kami syirik,kufur,ahlul bid'ah dan lainnya.
HERAN! dia bilang dia berpegang teguh kepada alqur'an dan hadits namun tingkah lakunya tidak sama dengan ajaran alqur'an dan sangat jauh dengan kelakuan nabi muhammad saw.
Jaman memang sudah edan,orang shalat sekarang dikatakan syirik,bersalaman dikatakan bid'ah dan masuk neraka karna bersalaman.
hemm..memangnya orang wahabi itu ma'shum?
wong dia sendiri ahlul bid'ah kok bilang orang islam lainnya bid'ah.
saya disini tidak akan membahas bid'ah itu bagaimana,faham wahabi itu bagaimana dan lainnya,saya cuma kesel saja sama orang orang wahabi,kok mereka tidak punya malu sok suci dalam agama,padahal ilmu tidak ada sama sekali.
Semoga saja orang wahabi segera sadar atau segera musnah saja,karna ternyata faham wahabi memang sangat mengganggu dan sangat membahayakan.
bagi anda yang berfaham wahabi harap tidak marah membaca postingan ini.
silahkan anda didik diri anda sendiri dan saudara saudara anda dan latihlah semuanya untuk mencapai akhlak yang mulya,bukan menjadi makhluk pencaci orang yang melaksanakan ibadah dan mengkafirkan sesama muslim,itupun kalau anda rasa anda muslim.
Baca Juga:

rujukan artikel mengenai wahabi
kekejaman wahabi kepada sunni

Kritikan Sidogiri kepada Quraish Shihab

Quraish shihab memang selalu membuat perpecahan pendapat,dia seorang tokoh yang besar karna pendapat pendapatnya yang selalu membuat kebengkokan.
Sensasi,mungkin itu jalan yang ditempuhnya untuk membesarkan namanya.
Sebagian Orang awam berpendapat bahwa quraish shihab adalah tokoh islam yang mempuni dalam agama islam,tapi itu hanyalah pendapat mereka,wong namanya orang awam!ya..pastinya tidak bisa mengukur kealiman seseorang.
kealiman seseorang bukan dilihat dari karangan bukunya,apalagi cuma karangan buku terjemah dan ditambah lagi pengambilan sumbernya dari buku terjemah pula atau dari kitab kitab yang memang tidak bisa dipertanggung jawabkan.
kemaren penyimpangan pendapat quraish shihab juga samapai dibantah oleh pondok sidogiri.
Saya sebenarnya tidak heran kalau itu sampai dilakukan oleh sidogiri,karna penyimpangan yang dilakukan quraish shihab memang sudah terlalu.
Banyak hal yang dilakukan quraish shihab yang ternyata menyimpang dari faham ahlus sunnah wal jama'ah,saya sendiri sempat berdebat dengan quraish shihab,malah sampai 2 kali,namun quraish shihab tidak bisa menjawabnya,hal itu juga membuktikan bahwa dia bukanlah orang yang mempuni dalam ilmu agama.
Sebagai Ummat islam kita memang harus sangat berhati hati mengikuti tokoh islam,karna tidak sedikit tokoh islam yang ada,hanyalah tokoh yang ditokohkan,mereka menjadi tokoh bukan karna ilmunya akan tetapi karna memang ada pihak yang mendukungnya.
Tokoh Tokoh yang sangat bahaya juga banyak timbul dari mereka yang suka membuat buku,selain quraish shihab saya juga sudah memosting artikel kritikan mengenai  buku sesat yaitu postingan yang berjudul "MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!"
mengenai kritikan kepada quraish shihab saya juga sudah pernah membahasnya di postingan yang berjudul "Kritik Terhadap Quraish Shihab"
namun herannya,kenapa masih saja orang orang seperti quraish shihab,cak moes dll ada saja yang mengikuti?!padahal faham dan pemikirannya sudah jelas jelas tidak sesuai dengan ilmu dan syari'ah islam yang berfaham ahlus sunnah wal jama'ah.
kemabali lagi kepada pembahasan kritikan pondok pesantren sidogiri kepada quraish shihab,saya akan menulis dibawah ini sebagian kritikan pesantren sidogiri lewat bukunya yang sudah agak lama telah diterbitkan.

Belum lama ini saya menerima kiriman berupa sebuah buku terbitan Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur. Judulnya cukup panjang: “Mungkinkah Sunnah-Syiah dalam Ukhuwah? Jawaban atas Buku Dr. Quraish Shihab (Sunnah-Syiah Bergandengan Tangan! Mungkinkah?)” Penulisnya adalah Tim Penulis Buku Pustaka SIDOGIRI, Pondok Pesantren Sidogiri, yang dipimpin seorang anak muda bernama Ahmad Qusyairi Ismail.

Membaca buku ini halaman demi halaman, muncul rasa syukur yang sangat mendalam. Bahwa, dari sebuah pesantren yang berlokasi di pelosok Jawa Timur, terlahir sebuah buku ilmiah yang bermutu tinggi, yang kualitas ilmiahnya mampu menandingi buku karya Prof. Dr. Quraish Shihab yang dikritik oleh buku ini. Buku dari Pesantren Sidogiri ini terbilang cukup cepat terbitnya. Cetakan pertamanya keluar pada September 2007. Padahal, cetakan pertama buku Quraish Shihab terbit pada Maret 2007. Mengingat banyaknya rujukan primer yang dikutip dalam buku ini, kita patut mengacungi jempol untuk para penulis dari Pesantren tersebut.

Salah satu kesimpulan Quraish Shihab dalam bukunya ialah, bahwa Sunni dan Syiah adalah dua mazhab yang berbeda. “Kesamaan-kesamaan yang terdapat pada kedua mazhab ini berlipat ganda dibandingkan dengan perbedaan-perbedaan dan sebab-sebabnya. Perbedaan antara kedua mazhab – dimana pun ditemukan – adalah perbedaan cara pandang dan penafsiran, bukan perbedaan dalam ushul (prinsip-prinsip dasar) keimanan, tidak juga dan Rukun-rukun Islam.” (Cetakan II, hal. 265).

Berbeda dengan Quraish Shihab, pada bagian sampul belakang buku terbitan Pesantren Sidogiri, dikutip sambutan KH. A. Nawawi Abdul Djalil, pengasuh Pesantren Sidogiri yang menegaskan: “Mungkin saja, Syiah tidak akan pernah habis sampai hari kiamat dan menjadi tantangan utama akidah Ahlusunnah. Oleh karena itu, kajian sungguh-sungguh yang dilakukan anak-anak muda seperti ananda Qusyairi dan kawan-kawannya ini, menurut saya merupakan langkah penting untuk membendung pengaruh aliran sesat semacam Syiah.”

Berikut ini kita kutip sebagian kritik dari Pesantren Sidogiri terhadap Quraish Shihab (selanjutnya Quraish Shihab disingkat “QS” dan Pondok Pesantren Sidogiri disingkat “PPS”). Kutipan dan pendapat QS dan PPS diambil dari buku mereka masing-masing.

1. Tentang Abdullah bin Saba‘.

QS: “Ia adalah tokoh fiktif yang diciptakan para anti-Syiah. Ia (Abdullah bin Saba’) adalah sosok yang tidak pernah wujud dalam kenyataan. Thaha Husain – ilmuwan kenamaan Mesir – adalah salah seorang yang menegaskan ketiadaan Ibnu Saba’ itu dan bahwa ia adalah hasil rekayasa musuh-musuh Syiah.” (hal. 65).

PPS: Bukan hanya sejarawan Sunni yang mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sejumlah tokoh Syiah yang diakui ke-tsiqah-annya oleh kaum Syiah juga mengakui kebaradaan Abdullah bin Saba’. Sa’ad al-Qummi, pakar fiqih Syiah abad ke-3, misalnya, malah menyebutkan dengan rinci para pengikut Abdullah bin Saba’, yang dikenal dengan sekte Saba’iyah. Dalam bukunya, al-Maqalat wa al-Firaq, (hal. 20), al-Qummi menyebutkan, bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang memunculkan ide untuk mencintai Sayyidina Ali secara berlebihan dan mencaci maki para sahabat Nabi lainnya, khususnya Abu Bakar, Umar, dan Utsman r.a. Kisah tentang Abdullah bin Saba’ juga dikutip oleh guru besar Syiah, An-Nukhbati dan al-Kasyi, yang menyatakan, bahwa, para pakar ilmu menyebutkan bahwa Abdullah bin Saba’ adalah orang Yahudi yang kemudian masuk Islam. Atas dasar keyahudiannya, ia menggambarkan Ali r.a. setelah wafatnya Rasulullah saw sebagai Yusya’ bin Nun yang mendapatkan wasiat dari Nabi Musa a.s. Kisah Abdullah bin Saba’ juga ditulis oleh Ibn Khaldun dalam bukunya, Tarikh Ibn Khaldun. (hal. 44-46).

2. Tentang hadits Nabi saw dan Abu Hurairah r.a.:

QS: “Karena itu, harus diakui bahwa semakin banyak riwayat yang disampaikan seseorang, semakin besar potensi kesalahannya dan karena itu pula kehati-hatian menerima riwayat-riwayat dari Abu Hurairah merupakan satu keharusan. Disamping itu semua, harus diakui juga bahwa tingkat kecerdasan dan kemampuan ilmiah, demikian juga pengenalan Abu Hurairah r.a. menyangkut Nabi saw berada di bawah kemampuan sahabat-sahabat besar Nabi saw, atau istri Nabi, Aisyah r.a.” (hal. 160).

QS: “Ulama-ulama Syiah juga berkecil hati karena sementara pakar hadits Ahlusunnah tidak meriwayatkan dari imam-imam mereka. Imam Bukhari, misalnya, tidak meriwayatkan satu hadits pun dari Ja’far ash-Shadiq, Imam ke-6 Syiah Imamiyah, padahal hadits-haditsnya cukup banyak diriwayatkan oleh kelompok Syiah.” (hal. 150).

PPS: “Sejatinya, melancarkan suara-suara miring terhadap sahabat pemuka hadits sekaliber Abu Hurairah r.a. dengan menggunakan pendekatan apa pun, tidak akan pernah bisa meruntuhkan reputasi dan kebesaran beliau, sebab sudah pasti akan bertentangan dengan dalil-dalil hadits, pengakuan para pemuka sahabat dan pemuka ulama serta realitas sejarah. Jawaban untuk secuil sentilan terhadap Abu Hurairah r.a. sejatinya telah dilakukan oleh para ulama secara ilmiah dan rasional. Banyak buku-buku yang ditulis oleh para ulama khusus untuk membantah tudingan miring terhadap sahabat senior Nabi saw tersebut, diantaranya adalah al-Burhan fi Tabri’at Abi Hurairah min al-Buhtan yang ditulis oleh Abdullah bin Abdul Aziz bin Ali an-Nash, Dr. Al-A’zhami dalam Abu Hurairah fi Dhau’i Marwiyatih, Muhammad Abu Shuhbah dalam Abu Hurairah fi al-Mizan, Muhammad ?Ajjaj al-Khatib dengan bukunya Abu Hurairah Riwayat al-Islam dan lain-lain.”

Dalam Bidayah wa an-Nihayah, Ibn Katsir mengatakan, bahwa Abu Hurairah r.a. merupakan sahabat yang paling kuat hafalannya, kendati beliau bukan yang paling utama. Imam Syafii juga menyatakan, “Abu Hurairah r.a. adalah orang yang memiliki hafalan paling cemarlang dalam meriwayatkan hadits pada masanya.” (hal. 320-322).

Karena kuatnya bukti-bukti keutamaan Abu Hurairah, maka PPS menegaskan: “Dengan demikian, maka keagungan, ketekunan, kecerdasan dan daya ingat Abu Hurairah tidak perlu disangsikan, dan karena itulah posisi beliau di bidang hadits demikian tinggi tak tertandingi. Yang perlu disangsikan justru kesangsian terhadap Abu Hurairah r.a. seperti ditulis Dr. Quraish Shihab: “Karena itu, harus diakui bahwa semakin banyak riwayat yang disampaikan seseorang, semakin besar potensi kesalahannya dan karena itu pula kehati-hatian menerima riwayat-riwayat dari Abu Hurairah merupakan satu keharusan.” (hal. 322).

“Pernyataan seperti yang dilontarkan oleh Dr. Quraish Shihab tersebut sebetulnya hanya muncul dari asumsi-asumsi tanpa dasar dan tidak memiliki landasan ilmiah sama sekali. Sebab jelas sekali jika beliau telah mengabaikan dalil-dalil tentang keutamaan Abu Hurairah dalam hadits-hadits Nabi saw, data-data sejarah dan penelitian sekaligus penilaian ulama yang mumpuni di bidangnya (hadits dan sejarah). Kekurangcakapan Dr. Quraish Shihab di bidang hadits semakin tampak, ketika beliau justru menjadikan buku Mahmud Abu Rayyah, Adhwa’ ?ala Sunnah Muhammadiyah, sebagai rujukan dalam upaya menurunkan reputasi Abu Hurairah r.a. Padahal, semua pakar hadits kontemporer paham betul akan status dan pemikiran Abu Rayyah dalam hadits.” (hal. 322-323).

Tentang banyaknya hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah r.a., Dr. al-A’zhami melakukan penelitian, bahwa jumlah 5.000 hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah adalah jika dihitung hadits yang substansinya diulang-ulang. Jika penghitungan dilakukan dengan mengabaikan hadits-hadits yang diulang-ulang substansinya, maka hadits dari Abu Hurairah yang ada dalam Musnad dan Kutub as-Sittah tinggal 1336 saja. “Nah, kadar ini, kata Ali as-Salus, bisa dihafal oleh pelajar yang tidak terlalu cerdas dalam waktu kurang dari satu tahun. Bagaimana dengan Abu Hurairah, yang merupakan bagian dari mu’jizat kenabian?” (hal. 324).

Memang dalam pandangan Syiah, seperti dijelaskan oleh Muhammad Husain Kasyif al-Ghitha’ (tokoh Syiah kontemporer yang menjadi salah satu rujukan kaum Syiah masa kini), yang juga dikutip oleh QS: “Syiah tidak menerima hadits-hadits Nabi saw kecuali yang dianggap sah dari jalur Ahlul bait. Sementara hadits-hadits yang diriwayatkan oleh para perawi semacam Abu Hurairah, Samurah bin Jundub, Amr bin Ash dan sesamanya, maka dalam pandangan Syiah Imamiyah, mereka tidak memiliki nilai walau senilai nyamuk sekalipun.” (hal. 313).

PPS juga menjawab tuduhan bahwa Ahlusunnah diskriminatif, karena tidak mau meriwayatkan hadits dari Imam-imam Syiah. Pernyataan semacam itu hanyalah suatu prasangka belaka dan tidak didasari penelitian ilmiah apa pun. Dalam kitab-kitab Ahlusunnah, riwayat-riwayat Ahlul Bait begitu melimpah. Imam Bukhari memang tidak meriwayatkan hadits dari Imam Ja’far ash-Shadiq, dengan berbagai alasan, terutama karena banyaknya hadits palsu yang disandarkan kaum Syiah kepada Ja’far ash-Shadiq. Bukan karena Imam Bukhari membencinya. Bukhari juga tidak meriwayatkan hadits dari Imam Syafii dan Ahmad bin Hanbal, bukan karena beliau membenci mereka. (hal. 324-330).

3. Tentang pengkafiran Ahlusunnah:

QS: “Apa yang dikemukakan di atas sejalan dengan kenyataan yang terlihat, antara lain di Makkah dan Madinah, di mana sekian banyak penganut aliran Syiah Imamiyah yang shalat mengikuti shalat wajib yang dipimpin oleh Imam yang menganut mazhab Sunni yang tentunya tidak mempercayai imamah versi Syiah itu. Seandainya mereka menilai orang-orang yang memimpin shalat itu kafir, maka tentu saja shalat mereka tidak sah dan tidak juga wajar imam itu mereka ikuti.” (hal. 120).

PPS: “Memperhatikan tulisan Dr. Quraish Shihab di atas, seakan-akan Syiah yang sesungguhnya memang seperti apa yang digambarkannya (tidak menganggap Ahlusunnah kafir dan najis). Akan tetapi siapa mengira bahwa faktanya tidak seperti penggambaran Dr. Quraish Shihab? Jika kita merujuk langsung pada fatwa-fatwa ulama Syiah, maka akan tampak bahwa sebetulnya Dr. Quraish Shihab hendak mengelabui pemahaman umat Islam akan hakikat Syiah. Bahwa sejatinya, Syiah tetap Syiah. Apa yang mereka yakini hari ini tidak berbeda dengan keyakinan para pendahulu mereka. Dalam banyak literatur Syiah dikemukakan, bahwa orang-orang Syiah yang shalat di belakang (menjadi makmum) imam Sunni tetap dihukumi batal, kecuali dengan menerapkan konsep taqiyyah… “Suatu ketika, tokoh Syiah terkemuka, Muhammad al-Uzhma Husain Fadhlullah, dalam al-Masa’il Fiqhiyyah, ditanya: “Bolehkah kami (Syiah) shalat bermakmum kepada imam yang berbeda mazhab dengan kami, dengan memperhatikan perbedaa-perbedaan di sebagian hukum antar shalat kita dan shalat mereka?” Muhammad Husain Fadhlullah menjawab: “Boleh, asalkan dengan menggunakan taqiyyah.” (348-349).

Seorang dai Syiah, Muhammad Tijani, mengungkapkan, bahwa “Mereka (orang-orang Syiah) seringkali shalat bersamaAhlusunnah wal Jama’ah dengan menggunakan taqiyyah dan bergegas menyelesaikan shalatnya. Dan barangkali kebanyakan mereka mengulangi shalatnya ketika pulang.” (hal. 350-351).

Banyak sekali buku-buku referensi utama kaum Syiah yang dirujuk dalam buku terbitan PPS ini. Karena itu, mereka juga menolak pernyataan Dr. Quraish Shihab bahwa yang mengkafirkan Ahlusunnah hanyalah pernyataan orang awam kaum Syiah. PPS juga mengimbau agar umat Islam berhati-hati dalam menerima wacana “Persatuan umat Islam” dari kaum Syiah. Sebab, mereka yang mengusung persatuan, ternyata dalam kajiannya justru memojokkan Ahlusunnah dan memposisikannya di posisi zalim, sementara Syiah diposisikan sebagai “yang terzalimi”.

Buku terbitan PPS ini memang banyak memuat fakta dan data tentang ajaran Syiah, baik klasik maupun kontemporer. Terhadap Imam mazhab yang empat, misalnya, dikutip pendapat dalam Kitab Kadzdzabu ?ala as-Syiah, “Andai para dai Islam dan Sunnah mencintai Ahlul Bait, niscaya mereka mengikuti jejak langkah Ahlul Bait dan tidak akan mengambil hokum-hukum agama mereka dari para penyeleweng, seperti Abu Hanifah, asy-Syafii, Imam Malik dan Ibnu Hanbal.” (hal. 366).

Terlepas dari fakta tentang Syiah dan kritik terhadap Quraish Shihab, terbitnya buku ini telah menjadi momen penting bagi PPS untuk turut berkiprah dalam peningkatan khazanah keilmuan Islam di Indonesia. PPS memang telah didirikan pada tahun 1745. Jadi, usianya kini telah mencapai lebih dari 260 tahun. Jumlah muridnya kini lebih dari 5000 orang. Sejumlah prestasi ilmiah tingkat nasional juga pernah diraihnya. Diantaranya, pada Ramadhan 1425 H, PPS berhasil meraih juara I dan III lomba karya ilmiah berbahasa Arab yang diselenggarakan oleh Depdiknas RI.

Dalam Jurnal Laporan Tahunan 1425/1426 H, disebutkan bahwa PPS juga cukup sering mendapat kunjungan tamu-tamu dari luar negeri. Termasuk dari kedutaan Australia dan Amerika Serikat. Mereka selalu menerima tamunya dengan baik. Tetapi, dengan sangat berhati-hati, selama ini, PPS senantiasa menolak dana bantuan dan hibah dari Australia dan Amerika.

PPS juga termasuk salah satu pesantren di Jawa Timur yang sangat gigih dalam melawan penyebaran paham Liberal. Ditulis dalam Laporan Tahunan tersebut: “Tahun ini, PPS menggerakkan piranti dunia maya untuk melestarikan dan menyelamatkan ajaran Ahlusunnah dari serbuan berbagai aliran sesat. Di website www.sidogiri.com secara khusus disediakan rubrik “Islam Kontra Liberal”. Rubrik ini digunakan oleh Pondok Pesantren Sidogiri untuk meng-counter wacana-wacana pendangkalan akidah yang ramai berkembang saat ini. Liberalisme, humanisme, rasionalisme, pluralisme, feminisme, sekularisme, dekonstruksi syariah dan paham-paham destruktif modern lainnya, menjadi bidikan yang terus ditangkal dengan wacana-wacana salaf yang dipegang Pondok Pesantren Sidogiri.”

Kita berdoa, mudah-mudahan akan terus lahir karya-karya ilmiah yang bermutu tinggi dari PPS. Begitu juga dari berbagai pesantren lainnya. [Depok, 13 Rabiulawwal 1429 H/21 Maret 2008/www.hidayatullah.com].
Sumber
Artikel ini selain sebagai informasi dari saya kepada semua kaum muslimin,juga sebagai arsip saya pribadi.
semoga artikel ini bermanfaat.

DPR dan artis indonesia saja sudah cukup menjadi racun

alhamdulillah lady gaga batal konser di indonesia,lagian kenapa harus mau mendatangkan lady gaga,tanpa lady gaga saja masyarakat indonesia sudah rusak moralnya,bagaimana kalau ditambah dengan masuknya moral ala lady gaga?
artis indonesia sendiri hampir bisa dikatakan 100% bermoral jelek,dan artis artis indonesia sudah sukses dan sangat berhasil menyusupkan akhlak jeleknya kebanyak masyarakat khususnya para pemuda,mulai dari tatanan rambut,busananya,bahkan sampai lika liku kehidupan keluarganya,semuanya sudah banyak diterapkan oleh masyarakat indonesia.
kalau hal ini berlanjut,malah masih ditambah lagi dengan masuknya budaya barat yang amburadul,kira kira negara kita ini akan menjadi seperti apa?
dilain keadaan para anggota DPR juga ikut andil merusak moral bangsa,kisah kisah perselingkuhan mereka semakin marak ditemui di dunia internet,padahal internet sendiri sekarang digunakan bukan hanya oleh mereka yang sudah dewasa,anak kecil yang masih SD saja sudah banyak yang mahir dan kerasaan di depan  COM,itu artinya,moral jelek para artis dan DPR republik indonesia akan sangat mudah masuk kesemua lapisan masyarakat.
saya berharap dan berdoa,semoga indonesia segera lebih baik dan sejahtra amin.

  1. kekejaman wahabi kepada sunni
  2. google sering tidak bergairah mengindex postingan
  3. hukum menulis al qur'an hanya terjemahannya saja
  4. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  5. fikirkan saudara kita
  6. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  7. rujukan artikel mengenai wahabi
  8. negara kita di kritik banyak negara
  9. DPR dan artis indonesia saja sudah cukup menjadi racun

negara kita di kritik banyak negara

saking tidak tegasnya negara kita ini sampai sampai negara kita baru baru ini mendapat kritikan dari banyak negara.
semoga saja dengan adanya kritikan kritikan terhadap negara kita ini kedepannya negara indonesia bisa lebih baik dan bisa tegas menindak mengenai kesalahan dalam agama,terutamanya mengenai menuntaskan ahmadiyah yang ternyata sampai saat ini masih belum selesai selesai.
barusan saya melihat beritanya di yahoo,berita selengkapnya sebagai berikut:

Direktur Eksekutif Human Rights Working Group Refendi Djamin mengatakan, dalam forum Universal Periodic Review di sidang Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa, tidak hanya negara dari benua Amerika dan Eropa yang mengkritik Indonesia. "Negara-negara Timur alias Asia pun ikut kritik Indonesia terkait kebebasan beragama," kata Refendi, selaku pemberi rekomendasi dari Indonesia, via video conference, Kamis, 24 Mei 2012.
Refendi mengatakan, salah satu negera yang secara mengejutkan memberikan kritik adalah Jepang. Pasalnya, selama ini, Jepang jarang memberikan komentar terkait perlindungan HAM, terutama tentang kebebasan beragama.
Jepang, kata Refendi, mengatakan bahwa Indonesia harus segera menindak tegas pelanggaran-pelanggaran HAM ataupun kebebasan beragama di Indonesia. Bahkan, Jepang meminta agar para pelaku pelanggaran tersebut langsung diadili.
Selain Jepang, Pakistan juga ikut memberikan kritikan. Pakistan memberikan komentar terkait keberadaan Ahmadiyah di Indonesia. Hal tersebut, menurut Wakil Direktur Eksekutif HRWG Choirul Anam, tergolong unik karena Pakistan pun tengah bermasalah dengan status Ahmadiyah di wilayah mereka.
"Sampai Pakistan menyebut Ahmadiyah, itu berarti masalah Ahmadiyah di Indonesia sudah mengkhawatirkan. Semoga mereka juga menangani kasus Ahmadiyah di wilayah mereka," ujar Choirul
Timor Leste dan Singapura ikut memberikan kritikan dan masukan kepada Indonesia. Singapura melayangkan kritikan terkait toleransi antara ras dan umat beragama. Sementara Timor Leste, berbicara tentang perbaikan peradilan militer serta pencarian keadilan atas kasus kasus HAM yang pernah dilakukan Indonesia di Timor Leste. "Timor Leste sangat halus dalam membungkus kritikan dan masukan mereka," tambah Choirul.
semoga pemerintah negara kita ini masih mempunyai rasa malu sehingga bisa mewujudkan HAM yang sesuai dan ada qaidah yang pasti yang tidak saling tumpang tindih dan tidak menentu jalurnya hukumnya,sehingga hanya bisa memuaskan sepilah pihak.

  1. kekejaman wahabi kepada sunni
  2. google sering tidak bergairah mengindex postingan
  3. hukum menulis al qur'an hanya terjemahannya saja
  4. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  5. fikirkan saudara kita
  6. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  7. rujukan artikel mengenai wahabi
  8. negara kita di kritik banyak negara

rujukan artikel mengenai wahabi

sedikit info buat anda yang suka membaca artikel mengenai wahabi vs sunni saya akan share url postingan artikel artikel wahabi vs sunni
1. ciri ciri kaum wahabi
artikel ini menjelas sedikit demi sedikit mengenai ciri ciri kaum wahabi
2. sebagian pengurus NUpun terjangkit virus wahabi
artikel ini menjelaskan bahwa pengurus NU sudah kemasukan faham faham wahabi,terutama mengenai masalah bid'ah
3. hukum shalat rebo wekasan
artikel ini menjelaskan hukum shalat pada malam atau siang harinya pas rabu terakhir yang sudah biasa dinamai rebo wekasan
4. ciri ciri wahabi
artikel ini menjelaskan secara menyeluruh dalam satu artikel mengenai ciri ciri orang yang berfaham wahabi
5. wahabi tak berkutik
artikel ini memaparkan mengenai perdebatan ahlus sunnah wal jama'ah dengan orang yang berfaham wahabi
atau anda langsung saja berkunjung ke situs wahabi vs sunni
saya sangat suka membaca artikel disana dan sebenarnya masih banyak situs situs yang lain yang postingannya penuh dengan kajian mengenai wahabi dan sunni,diantara anda bisa berkunjung ke blog mahrus ali gpl mantan kyai wahabi,salafi tobat,situs blogger muslim,sarkub dan lain lain.
semoga artikel rujukan artikel mengenai wahabi ini bermanfaat.
baca juga artikel lainnya yang mungkin bermanfaat buat anda:

  1. kekejaman wahabi kepada sunni
  2. google sering tidak bergairah mengindex postingan
  3. hukum menulis al qur'an hanya terjemahannya saja
  4. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  5. fikirkan saudara kita
  6. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  7. rujukan artikel mengenai wahabi

kekejaman wahabi kepada sunni

kebetulan tadi pas berkunjung keblog situs blogger muslim saya mendapati artikel yang menurut saya sangat perlu disebar luaskan,yaitu artikel yang menjelaskan kebiadaban kaum wahabi.
kaum wahabi sudah sangat terkenal dengan sepak terjangnya yang sangat brutal dan extrim yang selalu mencari masalah,khususnya kepada sesama kaum muslim.
mereka menamakan golongan mereka dengan salafi/salafy yang berpedoman kepada al qur'an dan hadits serta kepada shabat,tabi'in dan tabiit tabi'in.
namun semua itu hanya sekedar kedok,mereka sebenarnya tidak sadar bahwa mereka sungguh sangat melenceng dari syari'at islam.
saya tidak perlu panjang lebar menjelaskan wahabi,karna saya saat ini hanya ingin share gambar kekejaman wahabi kepada kaum sunni.
gambar dibawah ini adalah gambar pengeboman kaum wahabi kepada kaum sunni diwaktu melaksanakan maulid nabi.

pengeboman ini terjadi di srilangka
anda bisa mengetahui lebih jelas mengenai ini di situs blogger muslim.
semoga artikel kekejaman wahabi kepada sunni ini bermanfaat

google sering tidak bergairah mengindex postingan

lama tidak mosting artikel,maklum dikarenakan banyak pekerjaan (sok sibuk dikit)
saya cuman sekedar mosting karna menurut teman saya,sekarang google lagi sering gak bergairah mengindex artikel
benarkah itu?
jawabannya tunggu dulu ya..
karna saya sendiri sekarang lagi mencoba dan mengkaji nih
kalau ternyata postingan saya ini langsung terindex berarti google masih selalu bergairah mengindex postingan blog.
kok bahasanya pakek gairah ya?kayak istilah film dewasa saja hehehe..
daripada ngomongin yang tidak penting,lebih baik saya ngomongin yang penting saja ya..
sudahkah anda shalat?!
belum?
shalat dulu..ya....
lagian saya sudah akan menutup tulisan ini dengan ucapan wassalamualaikum.wr.wb.

wahai yang suka menulis al qur'an terjemahannya saja

bahayanya terjemahan al qur'an sungguh sangat dahsyat,apalagi menulis al qur'an hanya terjemahannya saja!
apalagi kalau sampai menafsirkan al qur'an hanya dengan melihat atau membaca terjemahannya saja,bisa bisa kita akan terjerumus pada faham sesat,baik dalam ubudiyah maupun syar'iyah.
di pemerintahan khususnya di kemenag saja,mengenai terjemahan al qur'an ini sampai ribut dan ribet,gimana kalau cuma penulis buku,majalah dan website?

Terjemah al-Qur`an Kementerian Agama (Kemenag) digugat. Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menilai terjemah al-Qur`an berusia 46 tahun itu telah menimbulkan banyak masalah di negeri ini. Kesalahan terjemah Kemenag diklaim telah memicu aksi terorisme, liberalisme, aliran sesat, hingga kerusakan moral di masyarakat.

MMI menuntut Kemenag menarik seluruh terjemahannya dan menggantinya dengan terjemah tafsiriyah seperti yang dibuat MMI.

Namun, Kemenag menilai hal itu perbedaan pandangan semata, dan mempersilahkan MMI menerbitkan sendiri versi terjemahannya.

31 Oktober lalu, MMI meluncurkan Al-Qur`an Tarjamah Tafsiriyah, karya Amirul Mujahidin, Dr Muhammad Thalib. Sebuah terjemah al-Qur`an 30 juz yang berbeda sama sekali dengan terjemah versi Kemenag.

Thalib mengaku menemukan 3.229 kesalahan pada terjemah versi Kemenag. Kesalahan bertambah menjadi 3.400 pada edisi revisi tahun 2010. Dari 114 surat al-Qur`an yang diterjemah oleh Kemenag, hanya 6 surat yang lolos tashih ala MMI.

TIM LAPORAN UTAMA

Penanggungjawab / koordinator : Surya Fachrizal Ginting | Reporter : Ibnu Syafa'at, Jidi al-Kindi, Abu Abdil Barr | Fotografer : Muh. Abdus Syakur | Editor : Dadang Kusmayadi

Protes Terjemah Sang Mujahidin

Terjemah Kementerian Agama dinilai menyuburkan aksi teror, aliran sesat, liberalisme, hingga melegalkan perzinaan.

Di ujung Oktober 2011 lalu, ruang Ball Room, Hotel Sultan Jakarta seolah menjadi arena sidang in-absentia bagi Kementerian Agama (Kemenag) RI. Mewakili Kemenag, Lajnah Pentashih al-Qur`an didakwa telah melakukan 3.229 kesalahan terjemah al-Qur`an yang mengakibatkan maraknya aliran sesat, liberalisme, dan berbagai aksi pemboman di negeri ini.

================CUT====================

Pemicu Terorisme?

Thalib mengatakan, Al-Qur`an Tarjamah Tafsiriyah adalah hasil penelitiannya yang intensif sejak 10 tahun lalu. Sebagai pelengkap, ia juga menulis buku berjudulKoreksi Tarjamah Harfiyah Al-Qur`an Kemenag RI yang dijual satu paket dengan Al-Qur`an Tarjamah Tafsiriah-nya. Sebuah buku yang memuat kritik terhadap 170 ayat terjemah versi Kemenag dari 3.229 kesalahan yang ditemukannya.

Dari sekian banyak dampak akibat salah terjemah al-Qur`an versi Kemenag yang diklaim MMI, tema terorisme adalah yang paling disorot. Menurut Irfan S. Awwas, terjemah harfiyah Kemenag soal ayat-ayat tentang jihad telah menyuburkan aksi-aksi terorisme di negeri ini.

Contohnya, kata Irfan, "Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Makkah)…" (Al-Baqarah [2]: 191). Katanya, terjemah itu seolah-olah membenarkan membunuh musuh di luar zona perang. "Hal ini, tentu sangat berbahaya bagi ketentraman dan keselamatan kehidupan masyarakat," kata Irfan.

================CUT====================

Kepada Suara Hidayatullah, Muchlis Hanafi mengatakan, masalah haramnya hukum terjemah harfiyah tidak perlu diperdebatkan. "Karena memang tidak mungkin untuk dilakukan," ujar Muchlis yang juga pengajar di Pusat Studi Al-Qur`an ini.

Kata Muchlis, para ahli dalam tim terjemah Kemenag sejak awal menyadari bahasa-bahasa di dunia ini terlalu miskin untuk bisa menerjemahkan al-Qur`an. Karenanya, yang dimaksud adalah terjemah makna al-Qur`an, bukan terjemah dengan pengertian alih-bahasa yang dapat menggantikan posisi teks al-Qur`an itu sendiri.

Muchlis menjelaskan, pihaknya menggabungkan metode terjemah harfiyah dan tafsiriyah. Lafal yang bisa diterjemahkan secara harfiyah, terjemahkan secara harfiyah. Yang tidak, diterjemahkan secara tafsiriyah baik dalam bentuk catatan kaki maupun penjelasan tambahan di dalam kurung.

Oleh sebab itu, Muchlis menampik segala dakwaan MMI, terlebih jika terjemah Kemenag dinilai telah membenarkan aksi-aksi terorisme. Muchlis menilai, perdebatan antara MMI dengan Kemenag adalah perbedaan cara pandang yang dimungkinkan karena karakter teks al-Qur`an mengandung berbagai kemungkinan penafsiran.

"Perbedaan sifatnya variatif, bukan kontradiktif," kata doktor ilmu tafsir lulusan Al-Azhar, Mesir ini.

Bukan Salah Terjemah

Meski menyambut baik terjemah tafsiriyah MMI, kebanyakan peserta tidak sepakat jika terorisme dikaitkan dengan terjemah al-Qur`an Kemenag. Hal itu diutarakan oleh Prof Sarlito Wirawan (Universitas Indonesia), Ustadz Rokhmat Labib (Ketua DPP HTI), juga Masdar Farid Mas'udi (PBNU).

================CUT====================

Baasyir menilai, memang ada kekurangan dalam terjemah Kemenag tetapi tidak sebanyak dan separah yang diklaim oleh Thalib. Ia juga mengatakan, terjemahan Kemenag terhadap ayat-ayat tentang jihad dalam al-Qur`an juga sudah benar.

"Tidak perlu ditarik dari peredaran. Kalau ditarik, pengaruhnya juga tidak banyak," ujar Baasyir.

================CUT====================

Meski demikian, karya Thalib tetap mendapatkan apresiasi. Seperti dikatakan Masdar Farid Mas’udi dari PBNU, "Ini sumbangan positif. Tapi, kalau mau jualan tidak perlu menyalahkan yang lain," katanya.*

Siapa Saja Boleh Menerjemahkan, Asal…

Menerjemahkan al-Qur`an merupakan bagian dari ijtihad. Dalam berijtihad tentu ada rambu-rambu yang harus ditaati.

Ketika mengisi taklim, Ustadz Muhammad Busyairi tidak bisa lepas dari al-Qur`an terjemahan. Biasanya ia menggunakan al-Qur`an terjemah Kementerian Agama (Kemenag) sebagai referensi saat membahas satu topik.

================CUT====================

Kriteria Penerjemah

Rektor Institut Ilmu al-Qur`an (IIQ) Jakarta, DR Ahsin Sakho Muhammad menilai menerjemahkan al-Qur`an merupakan bagian ijtihad. Di dunia pesantren, kata Ahsin, tradisi menerjemahkan al-Qur`an di luar versi Kemenag sudah menjadi hal yang biasa dalam proses belajar mengajar.

“Menurut saya, itu sah-sah saja karena menerjemahkan al-Qur`an merupakan pekerjaan ijtihadiyah yang memungkinkan terjadinya perbedaan,” jelas Ahsin kepada Ibnu Syafaat dari Suara Hidayatullah melalui sambungan telepon.

Namun, Ahsin mengingatkan, agar pihak-pihak yang berbeda dalam menerjemahkan al-Qur`an untuk tidak saling menghujat, dan tidak merasa hasil terjemahannya yang paling benar. Selain itu, Ahsin juga memberi catatan perihal orang yang berhak menerjemahkan al-Qur`an.

“Tidak sembarangan orang boleh menerjemahkan al-Qur`an. Mereka yang menerjemahkan al-Qur`an harus mumpuni di bidang ilmu al-Qur`an,” kata lelaki yang juga pernah menjadi Ketua Tim Revisi Terjemah al-Qur`an 1998 – 2002 ini.

Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Prof Yunahar Ilyas mengatakan, ada dua kriteria yang harus dipenuhi seorang penerjemah al-Qur`an. Kompetensi yang bersifat pribadi seperti Muslim, saleh, wara’ atau tidak terpengaruh kepentingan dunia semisal politik atau bisnis.

Dari segi keilmuan, ujar Yunahar, penerjemah harus pandai bahasa Arab, mengerti nahwu sharaf, balaghah, fiqhullughah-nya. Dia juga harus mengerti ulumul quran, Hadits dan ulumul Hadits, fiqh dan ushul fiqh, agar istinbath yang dilakukannya tidak keliru. Ia juga harus memahami sejarah Arab, Rasulullah, dan para Sahabat.

“Karena langka sekali ditemukan seseorang yang menguasai ilmu secara komprehensif, ada baiknya jika dalam menerjemahkan al-Qur`an dilakukan secara kolektif,” kata Ketua PP Muhammadiyah ini.

Berefek?

Ahsin tidak mempersoalkan jika bermunculan terjemahan al-Qur`an dengan berbagai versi. Ahsin yakin jika masyarakat akan memilih al-Qur`an terjemah yang dipercaya otoritasnya.

“Saya rasa tidak ada efek dengan banyaknya terjemahan al-Qur`an. Saya hanya berharap umat Islam teliti terlebih dahulu, apakah hasil terjemahannya akademis atau tidak,” paparnya.

Sikap yang sama juga ditunjukkan oleh Yunahar. Ia tidak mempersoalkan terbitnya al-Qur`an terjemah di luar versi Kemenag. Hanya saja, Yunahar menilai, fenomena ini memiliki efek negatif di tengah umat Islam.

“Memang ini berdampak pada orang awam yang akan mengalami kebingungan. Tapi untuk menilai versi yang dianggap paling baik, orang awam itu bisa menilai dari sisitrack record penulisnya, kompeten atau tidak,” kata Yunahar yang juga salah satu ketua MUI Pusat ini.

Secara pribadi Yunahar menilai al-Qur`an terjemah Kemenag tidak ada kesalahan. Kalaupun ada, itu hanya pada susunan kalimatnya saja yang tidak terlalu menganggu.

Wajib Tashih

Meski tidak dilarang menerbitkan al-Qur`an terjemahan dengan versi yang berbeda, tetapi sesuai prosedur setiap penulis atau penerbit harus men-tashih mushaf tersebut melalui Lajnah Pentashih Al-Qur`an Kemenag.

“Jadi, terjemahnya urusan masing-masing penerjemah. Orang tidak harus tunduk pada terjemah al-Qur`an versi Depag, tapi mushafnya harus, untuk menjaga kemurnian al-Qur`an. Negara punya otoritas untuk melarang menerbitkan mushaf al-Qur`an yang salah. Kalau kemudian terjemahnya salah, itu tanggung jawab si penerjemah,” jelas Yunahar.

Dr Ahmad Hatta, penyusun Tafsir Qur`an Per Kata yang dicetak Pustaka al-Maghfirah memaparkan, saat ini memang banyak bermunculan al-Qur`an terjemah dengan berbagai versi. “Tafsir itu banyak macamnya, dari tafsir ahlus sunnah hingga tafsir yang ekstrim, atau tafsirnya kaum sufi,” ujar Hatta.

Ia mengaku, Tafsir Qur`an Per Kata yang disusunnya juga didasari ketidakpuasannya kepada terjemah versi Kemenag. “Makanya saya susun tafsir sendiri. Dan, mushaf saya juga ditashih oleh Lajnah Pentashih Kemenag,” katanya.

Dua Kali Revisi

Muchlis Hanafi, Kepala Bidang Pengkajian al-Qur`an Kemenag mengatakan, al-Qur`an terjemah Kemenag disusun oleh sebuah tim yang terdiri dari beberapa ulama anggota Lembaga Penterjemah Kitab Suci al-Qur`an pada tahun 1965

================CUT====================

Prof Dr Yunahar Ilyas,

Guru Besar Ilmu Tafsir Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Kita tidak harus tunduk pada fatwa Timur Tengah"

MMI mengatakan ada fatwa dari Timur Tengah yang mengharamkan terjemah harfiyah?

Katanya ada fatwa dari Timur Tengah tentang menerjemahkan kata-perkata al-Qur'an secara murni. Saya katakan boleh menerjemahkan secara harfiah, tapi untuk kata-kata tertentu harus mengikuti tafsir. Biasa saja kalau ada yang berfatwa tidak boleh menerjemahkan secara kata per kata (leterlijk), tapi kita tidak harus tunduk pada fatwa Timur Tengah itu.

Terjemah al-Qur'an versi Depag dinilai telah mendorong aksi-aksi terorisme, benarkah demikian?

Terkait kalimat waqtuluhum haitsu tsaqiftumuhum di dalam al-Qur'an yang artinya bunuhlah mereka di manapun kamu temui mereka. Itu ayatnya dalam konteks perang, tapi terjemah per katanya memang bunuh. Terjemah untuk kalimat ini memang harus memadukan antara terjemah harfiah dan tafsiriah. Kalau sudah sulit ditafsirkan karena panjang, bisa dibuatkan catatan kaki. Terjemah yang dikeluarkan oleh Depag ini memberikan catatan kaki.

================CUT====================

orang awam itu bisa menilai dari sisitrack record penulisnya, kompenten atau tidak. Buku Shirah Rasul misalnya, banyak diterbitkan. Tinggal kita lihat penulisnya apakah memiliki background tentang sejarah Islam atau tidak. Saya akan lebih percaya penulis yang memiliki background yang sama dengan yang ditulisnya.



DR Ahsin Sakho Muhammad, Rektor Institut Ilmu al-Qur`an (IIQ) Jakarta, mantan Ketua Tim Revisi Terjemah al-Qur`an 1998 – 2002

"Menerjemahkan al-Qur`an tidak boleh sembarangan"

MMI meluncurkan al-Qur`an terjemah tafsiriyah yang berbeda dengan terjemahan versi Kementerian Agama. Apa tanggapan Anda?

Menurut saya, itu sah-sah saja. Karena menerjemahkan al-Qur`an merupakan pekerjaan ijtihadiyah yang memungkinkan terjadinya perbedaan. Namun, tentu harus menggunakan metode yang akademis. Tidak sembarang orang boleh menerjemahkan al-Qur`an. Butuh keahlian ilmu.

Jika tidak ada otoritas tunggal dalam menerjemahkan al-Qur`an di Indonesia, maka diyakini bakal ada al-Qur`an terjemah dengan berbagai versi. Apakah Anda tidak khawatir?

Tidak. Di Indonesia ini kebiasaan menerjemahkan al-Qur`an yang tidak sesuai dengan versi Depag ini bukanlah hal yang baru. Bahkan di pesantren-pesantren tradisi menerjemahkan al-Qur`an di luar versi Depag sudah menjadi hal yang biasa dalam proses belajar mengajar.

Jika ada versi-versi lain yang bermunculan, maka kita harus lihat dulu, apakah hasil terjemahannya akademis atau tidak.

================CUT====================


Apakah Kemenag menerima masukan atau koreksi terjemahan al-Qur`an?

Saya kira iya. Ada baiknya memang jika ada pihak yang merasa terjemahan al-Qur`an versi Depag itu dinilai terjadi kekeliruan, maka sampaikanlah kepada Depag. Lakukan diskusi.

Drs Muhammad Thalib, Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI)

"Siapa pun yang meragukan, kita ajak debat terbuka!"

Sejak kapan Anda mulai meneliti terjemah al-Qur`an versi Kementerian Agama?

Terjemah versi Depag (Kemenag) ini sudah saya curigai kesalahannya sejak tahun 1981. Saya mulai menyelidiki terjemah al-Qur'an versi Depag yang dikeluarkan pada tahun 2002. Ternyata banyak kesalahan. Ketika muncul terjemah Depag pada tahun 2010, justru lebih banyak lagi kesalahannya.

Kenapa memilih terjemah al-Qur'an versi Depag?

Ada tiga alasan. Pertama, Depag ini dianggap yang profesional oleh masyarakat. Kedua, Depag ini lembaga negara, sehingga pengaruhnya lebih besar. Ketiga, menggunakan anggaran negara. Nah, Depag sama sekali tidak bertanggung jawab pada ketiga hal ini.

Inti kritik terjemah al-Qur'an versi Depag apa?

Intinya, kalau memahami al-Qur'an berdasarkan terjemah versi Depag akan menjadi kacau semua. Kekacauaun bisa terjadi di dalam bidang hubungan antar agama, karena (terjemahnya-red) memberikan peluang untuk melakukan tindakan anarkis kepada non Muslim, dan mengesankan Islam melakukan pembunuhan secara semena-mena kepada non Muslim. Itu ada di dalam al-Qur`an surah Al-Ahzab ayat 61. Yang berkaitan dengan aqidah juga fatal karena bertentangan dengan Hadits mutawattir, yang menjelaskan bahwa setiap orang Yahudi dan Nasrani saat ini beriman kepada Nabi Isa sebelum mereka meninggal. Ini terdapat di dalam catatan kaki al-Qur`an surah An-Nisa ayat 159.

Siapa yang membantu Anda dalam proses pembuatan terjemah ini?

Saya kerjakan sendiri. Kecuali mengetik ada yang membantu. Mengerjakan terjemah secara tim itu banyak kelemahan. Menyatukan pemahaman itu sulit, kesetaraan ilmunya juga sulit. Untuk menafsirkan al-Qur'an ini seseorang harus menguasai 60 cabang ilmu agama. Kurang satu saja ndak bisa.

Bukankah dengan tim bisa saling melengkapi?

Kalau tim kesalahannya malah justru lebih banyak, karena mereka mau ndak mau akan melakukan langkah-langkah kompromi. Inilah yang membuatnya jadi fatal. Jadi akan lebih baik melakukan terjemah atau tafsir itu personal dengan syarat lulus 60 cabang ilmu itu.

Praktiknya dulu juga dilakukan sendiri. Ibnu Abbas sendiri, Ibnu Mas'ud sendiri, Imam Thabari dan Ibnu Katsir sendiri. Kerja tim untuk terjemah ini sangat riskan dan penuh dengan kelemahan-kelemahan.

Pengurus Jamaah Ansharut Tauhid menyebut terjemah ini adalah proyek deradikalisasi. Tanggapan Anda?

Suruh saja buktikan, yang mana yang dianggap proyek deradikalisasi. Apa perlu digubris yang kayak gitu. Ilmu saja tidak punya. Ngerti ndak kata-kata radikal itu apa. Yang jelas mereka tidak punya kapasitas untuk itu.

Munculnya terjemah versi baru ini ditengarai bisa memecah belah umat. Apa tanggapan Anda?

Itu kata siapa? Karena itu, saya pertanyakan mengapa saat launching (peluncuran) di Jakarta semua Ormas Islam diundang, tapi yang hadir cuma kalangan umum dan NU. Kalau khawatir soal ini bisa memecah belah umat, kita kan boleh debat terbuka. Kenapa tidak jujur menyampaikan secara terbuka seperti PBNU.

Terjemah al-Qur'an versi MMI rencana ke depannya bagaimana? Ya, tinggal kita terbitkan terus. Siapa pun yang meragukan kita ajak debat terbuka. Mereka harus bisa menyalahkan secara akademik. Asal jangan menebar kelicikan-kelicikan. Kita ini berhadapan dengan tukang licik sudah 40 tahun lebih. 25 tim ahli al-Qur`an itu juga kita tantang tapi tidak ada yang jalan.
 artikel lainnya:
  1. hukum menulis al qur'an hanya terjemahannya saja
  2. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  3. fikirkan saudara kita
  4. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  5. golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan islam
  6. Demokrat Boikot Media masa
  7. FPI dan SBY
  8. mencermati tindak FPI
  9. FPI di hujat
  10. untung polisi seperti norman hanya satu
  11. situs situs terjelek
  12. situs supranaturan
  13. blog muslim yang tidak sesuai dengan ajaran islam
  14. situs tidak berbobot dan menyesatkan

hukum menulis al qur'an hanya terjemahannya saja

ada beberapa pengunjung blog pemapar kebatilan ini yang memaksa menanyakan tentang hukum membaca dan menulis al qur'an dengan bahasa ajam saja.
saya sudah berkali kali memberitahukan bahwa banyak blog yang sudah memosting tentang hukum membaca dan menulis al qur'an dengan bahasa ajam saja.
di antaranya adalah blog pengamat islam,sumber ilmu dan pendidikan islamiyah dan masih banyak blog yang lain,bahkan di komunitas komunitas bernuansa islam sudah banyak yang membahas tentang hukum membaca dan menulis al qur'an dengan bahasa ajam saja.
hal ini memang sangat repot untuk dipecahkan dan diselesaikan,karna kesalahan yang sudah dibiasakan ini sudah benar benar menjadi kebiasaan yang mendaging bagi para penulis buku,majalah dan website.
agar anda puas mengenai hukum membaca dan menulis al qur'an dengan bahasa ajam saja,saya akan posting artikel yang saya ambil dari blog pendidikan islamiyah.

hukum membaca dan menulis alqur'an dan alhadits dengan bahasa ajam saja

assalamualaikum.wr.wb.kaum muslimin yang dicintai allah,perkenankan saya memberikan beberapa penjelasan tentang hukum membaca dan menulis alqur'an dan alhadits dengan bahasa ajam saja.
banyak sekali orang muslim tapi membaca atau menulis al qur'an dan hadits hanya dengan bahasa ajam saja,pelaku terbanyak adalah mereka yang menulis di majalah majalah dan di website ataupun blog.
saya juga pernah menegur beberapa admin situs karna menulis alqur'an maupun hadits dengan bahasa ajam saja,namun sayangnya tidak ada yang meresponnya,entah setan apa yang hinggap dihatinya atau sekeras apa hatinya saya sendiri tidak tahu.
padahal seorang muslim itu selalu bisa menerima peringatan apalagi peringatan itu didasari dengan dalil dalil yang diambil dari alqur'an maupun hadits sebagaimana firman ALLAH SWT وذكر فان الذكر تنفع المؤمنين
dan memberilah peringatan,karna peringatan itu bermanfaat bagi orang orang yang beriman (adzdzariyat 55)
dilihat secara dhahir maupun makna mafhum ayat diatas jelas menunjukkan bahwa kita wajib memberi peringan kepada sesama muslim.
anda juga bisa melihat tafsirannya surah al'ashr sebagai tawkid atau muwaqqad ayat diatas
secara mafhum muwafaqah ayat diatas menjelaskan bahwa seharusnya orang mukmin selalu bisa menerima peringatan muslim yang lain (sesama muslim).
sekarang kita kembali kepada pembahasan hukum membaca dan menulis alqur'an dan alhadits dengan bahasa ajam saja.
adapun HUKUM MEMBACA DAN MENULIS ALQUR'AN DAN ALHADITS DENGAN BAHASA AJAM SAJA itu haram.
ALLAH SWT berkali kali menyebutkan bahwa alqur'an itu arab bukan ajam diantaranya firman ALLAH SWT di surat azzuhruf ayat 3
arra'd ayat 39
surat al ahzab ayat 3 dan ayat ayat yang lain.
coba anda baca ayat diatas baik baik,anda lihat tafsirannya,anda renungkan,anda hayati dengan hati yang bersih dan pastinya anda juga harus faham ilmu ilmu tafsir dan ummul qur'an,kalau perlu juga qawaidul qur'an dan balaghahnya insya allah anda akan merasa sangat sayang untuk tidak menulis alqur'an lengkap dengan arabnya dan anda tidak akan berani menulis alqur'an atau membacanya dengan bahasa ajam saja.
adapun ayat alqur'an yang banyak dipakai untuk menjelaskan keharaman membaca dan menulis alqur'an dengan bahasa ajam saja adalah ayat alqur'an dalam surat azzumar ayat 28
قرءانا عربيا غير ذي عوج لعلهم يتقون
(Ialah) Al-Qur'an dalam bahasa Arab yang tidak ada kebengkokan (di dalamnya) supaya mereka bertakwa.
penjelasan keharaman membaca alqur'an dengan bahasa ajam saja biasa dibahas didalam kitab qori'ah dan dalam kitab kitab ushulut tafsir
dan yang paling simple bisa anda lihat di zaynul kirom fi adabi qiroatil qur'an:
لا يقرء القران بالعجمية
"dan janganlah membaca al qur'an dengan bahasa ajam"
anda juga bisa lihat di zubdatul itqan.
al ustadz m.ma'shum juga berkata,sungguh kasian orang islam yang membaca dan menulis alqur'an dan alhadits dengan bahasa ajam saja,dia menyatakan dirinya islam tapi tidak tahu ilmu islam sampai merubah apa yang sudah qad'iyah dalam islam.
dalam kitab asasu ta'limil ahadits juga dijelaskan keharaman menulis dan membaca alqur'an dan alhadits dengan bahasa ajam saja
يحرم قراءة الحديث بالعجمية كتحريم قراءة القران بالعجمية
haram membaca hadits dengan bahasa ajam saja seperti haramnya membaca alqur'an dengan bahasa ajam saja.
sekian dari saya,semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga anda yang sudah biasa menulis alqur'an dan alhadits dengan bahasa ajam saja mendapat hidayah untuk bertobat dan merubah tulisan anda lengkap dengan bahasa arabnya.amin wassalamualaikum.wr.wb.
 http://pendidikan-islamiyah.blogspot.com/2012/02/hukum-membaca-dan-menulis-alquran-dan.html
nah semoga postingan saya ini memberikan kepuasan buat anda yang masih terus menanyakan mengenai hukum membaca dan menulis al qur'an dengan bahasa ajam saja.
baca juga artikel dibawah ini:

  1. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  2. fikirkan saudara kita
  3. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  4. golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan islam
  5. Demokrat Boikot Media masa
  6. FPI dan SBY
  7. mencermati tindak FPI
  8. FPI di hujat

Demokrat Boikot Media masa

Jakarta - Seluruh kader Partai Demokrat, terutama elitenya, diminta untuk memboikot media massa yang dianggap hanya mengadu domba internal partai dan selalu mendiskreditkan nama SBY dan Partai Demokrat melalui pemberitaan yang mereka buat. Namun, ada media yang sama sekali tak pernah memberitakan atas keberhasilan SBY sebagai kepala pemerintahan.
"Bukan sekali atau dua kali Demokrat diadu-domba di depan publik oleh media. Kini, saatnya kepada seluruh kader Partai Demokrat untuk melakukan boikot terhadap media yang terindikasi punya tendensi politik dalam menghancurkan partai Demokrat," ujar Ketua Biro Bidang Hukum dan HAM Partai Demokrat Jemmy Setiawan dalam siaran pers Sabtu (18/2).
Seruan ini, kata Jemmy, hendaknya disadari oleh keluarga besar partai Demokrat maupun kelompok-kelompok yang ada di barisan SBY. Seruan pemboikotan, kata Jemmy lagi, setidaknya dilakukan dengan menolak wawancara ataupun dijadikan sebagai narasumber oleh media yang terindikasi punya kepentingan politik tersebut.

"Ini adalah bentuk perlawanan terhadap media yang tidak berimbang dalam memberikan porsi pemberitaan, atau bahkan timpang menyampaikan informasi. Seluruh intrumen Demokrat harus segera sadar akan gendang yang dimainkan oleh lawan-lawan yang ada. Sedapat mungkin, setiap kader harus hindari menjadi oknum narsis yang selalu nongol di media, padahal hal itu bagian dari jebakan-jebakan politik," katanya lagi.

Ditegaskan, masih bayak media dan instrumen corong pemberitaan yang independen dalam mengedepankan informasi yang berbasis fakta atau berimbang dalam penyampaian informasi. Dan bukan menggiring opini dalam kepentingan tertentu.
Media yang dimaksud, dianggap telah menyampaikan berita yang tidak berimbang, dan bahkan cenderung timpang. "Partai Demokrat dan barisan Pendukung SBY sadar mulai saat ini siap menghadapi kekalahan di 2014," Jemmy menegaskan
sumber
baca juga artikel ini:

Demokrat Boikot Media masa
FPI dan SBY
mencermati tindak FPI
FPI di hujat
Kritik Terhadap Quraish Shihab
fikirkan saudara kita
golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan i...
MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!

FPI dan SBY

dilain situs biasanya lain pula beritanya,hanya gaya penyuguhannya saja yang beda.
termasuk berita dibawah ini,dari kedua pihak sama sama di pintai komentarnya,hal ini biasanya lebih memantapkan kita,namun ini bisa menjadi lebih panas dan lebih panas lagi.
pada akhirnya malah bukan menyelesaikan masalah tapi malah nambah masalah.
bagaimana menurut anda?


Pertarungan Itu Antara FPI dan SBY

Jakarta — Kasus penolakan FPI di Palangkaraya Kalimantan Tengah menghangatkan kembali perseteruan lama Front Pembela Islam (FPI) dengan Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan partainya, Demokrat. Pemantiknya adalah kehadiran Ulil Abshar Abdala dalam aksi penolakan FPI. Di lain sisi, Mendagri Gamawan Fauzi juga dinilai melakukan intervensi berlebihan.

Saking kesalnya, FPI menuding Demokrat sebagai partai koruptor. Merekapun berencana mengepung rumah petinggi Demokrat.

"Selama ini FPI tidak melakukan kekerasan. Demokrat koruptor itu memang akan terus kita serukan, kita perangi koruptor," kata staf hukum bidang dakwah FPI, Hasbi Ibrohim, dalam diskusi 'Polemik' bertajuk 'RUU Ormas' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2).

FPI pun mengaku akan memperjuangkan misinya itu. Bila selama ini sasaran massa FPI adalah tempat-tempat hiburan malam, kali ini mereka mengaku akan mengepung kediaman orang yang dianggap melakukan korupsi, meski belum ada putusan hukum dari pengadilan.

"Kita akan kepung rumah Anas, nanti kita akan kepung juga rumah Andi Mallarangeng, semua kita kepung. Koruptor kita libas," tegasnya.

FPI pernah mengepung rumah Ketua Umum PD Anas Urbaningrum. FPI pun mengancam akan memaksa Anas keluar rumah untuk membawanya ke KPK.

"Makanya kemarin kami dan laskar sudah mengepung rumah Anas. Kalau KPK tidak segera menjadikannya tersangka mungkin kita akan seret Anas," kata Hasbi.

Di lain tempat, Juru Bicara Front Pembela Islam (FPI), Munarman, menyatakan bahwa Partai Demokrat sedang berupaya keluar dari keterpurukannya saat ini dengan membuat pengalihan isu pemberitaan.

"Demokrat ini kan memang lagi diperang. Demokrat ini kan lagi mengalami keterpurukan, diakui sendiri ratingnya turun, itu membutuhkan pengalihan isu, nah yang paling ampuh itu isu mengenai kekerasan dan FPI. Itu paling ampuh karena laku dijual," kata Munarman.
Lain halnya dengan tanggapan Ulil Abshar Abdala. Demokrat tak pernah menganggap FPI sebagai musuh. Hanya saja mereka tetap tak sefaham dengan organisasi masyarakat yang punya jalan pemikiran yang radikal. Karena itu kemarin, “"Saya hadir sebagaimana teman-teman yang lain untuk memberikan support. Saya memang setuju dengan tema yang diangkat teman-teman yang melakukan aksi yaitu Indonesia tanpa FPI. Ya saya sepakat," katanya.
Namun, Ulil membantah ikut merancang aksi tersebut. "Saya hanya memberikan support lewat kedatangan saya di Bundaran HI dan me-retweet di Twitter," ujarnya. Ulil pun menuding balik Munarman. "Jadi munarman ini cowok yang hobinya fitnah. Tulis saja begitu," ujarnya.

Ulil juga membantah dukungan terhadap aksi anti FPI untuk mengalihkan isu mengenai keterpurukan Demokrat. "Kalau Demokrat bisa mengalihkan isu, tentu isu-isu lain yang lebih besar juga dialihkan. Menurut saya isu banyak dan masing-masing boleh ditanggapi kalau relevan," ujarnya.

Menurut Ulil, persoalan FPI sudah menjadi sorotan dirinya sebelum masuk Demokrat. Menurutnya, FPI salah satu organisasi yang keberadaannya paling berbahaya. "FPI ini suatu organisasi yang menurut saya keberadaannya paling berbahaya dari sudut memelihara kebhinekaan negara kita," ujarnya.
sumber
dari berita diatas bagaimana menurut anda?

mencermati tindak FPI

"mencermati tindak FPI" sesuai dengan judulnya,saya mengajak semua kaum muslim untuk meluangkan waktu untuk mencermati tindak FPI baik itu dari dalam maupun dari luar.
maksud saya,kita lihat dengan teliti,dengan akal sehat,dengan ilmu,dengan fakta dan semua kabar,baik yang datangnya dari kaum kuffar maupun dari kaum muslim.
baiklah,sekarang kita lihat dulu berita dari situs JPNN.COM

SDA Minta FPI Rubah Metode Dakwah
 JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali mengaku tidak akan menghalang-halangi pembubaran organisasi massa (Ormas) yang dianggap melanggar aturan. Meskipun kata dia, pembubaran Ormas itu ada mekanismenya.
Pernyataan pria yang akrab disapa SDA ini terkait dengan wacana pembubaran Front Pembela Islam (FPI). Kata dia, kalau memenuhi syarat, Ormas mana pun tentu bisa dibubarkan.
"Itu (wacana pembubaran FPI) masing-masing ada aturannya. Silahkan proses hukum, kalau memang memenuhi persyaratan siapa pun bisa dibubarkan," katanya, Minggu (19/2), di Jakarta, usai peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-39 Partai Persatuan Pembangunan (PPP), di Jakarta.
Walaupun begitu kata dia, opsi untuk memerbaiki tetap ada. Dalam kedudukannya sebagai Menteri Agama, ia mengaku berkali-kali mengajak agar FPI merubah metode dakwahnya. "Yang kelihatan keras, harus diubah menjadi lembut, persuasif dan simpatik. Ini yang saya minta dari FPI," katanya.
Ia juga meminta kepada FPI meninggalkan gerakan jalanan. "Karena gerakan jalanan itu lebih mudah disusupi berbagai pihak dengan berbagai kepentingan," ujarnya.
SDA juga menganjurkan kepada FPI untuk mengambil jalur politik konstitusional. Misalnya datang ke DPR atau DPD menyampaikan aspirasi. "Kalau DPR bukan saja di tingkat pusat atau DPR RI, tapi provinsi, kabupaten kota. Silahkan lewat jalur seperti itu," imbuhnya.
Dia juga mengimbau kepada FPI, jika melihat ada kejahatan atau pelanggaran Undang-undang, silahkan datang ke Polri. "Apakah ke Mabes, Kapolda, Polres dan seterusnya. Jalur itu yang harus ditempuh," timpalnya.
Menyinggung banyaknya aksi kekerasan yang terjadi di berbagai daerah dengan bermacam-macam latar belakang, SDA menegaskan tidak boleh dilanjutkan. "Kekerasan dalam bentuk apapun, kekerasan dengan alasan apapun termasuk kekerasan atas nama agama, kekerasan atas nama demokrasi juga, kekerasan atas nama pilkada. Jadi, sekarang ini berbagai macam bentuk kekerasan itu semakin marak, itu tidak boleh dilanjutkan," ujarnya.
"PPP menyatakan tidak bisa membenarkan kekerasan dalam bentuk apapun, oleh siapapun dan kepada siapapun. Bukan berarti PPP itu mendukung ini mendukung itu. Tapi kami mendukung kebenaran. Tidak boleh ada kekerasan," pungkas sang Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan itu.
untuk lihat langsung disumbernya anda klik disini

FPI Ancam Seret Anas


JAKARTA -Gerakan Front Pembela Islam (FPI) telah jauh masuk ke urusan hukum. Lebih tepatnya, ranah hukum yang berbau-bau politik. Staf Hukum Bidang Dakwah FPI, HM Hasbi Ibrohim blak-blakan menyampaikan kalimat yang menjurus memposisikan FPI berhadap-hadapan dengan Partai Demokrat.

Bahkan, secara khusus, langsung menyasar ke Anas Urbaningrum, Ketum DPP Demokrat yang namanya terseret perkara korupsi wisma atlit dengan terdakwa M Nazaruddin.

Dalam sebuah diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (18/2), Hasbi Ibrohim dua kali menyebut nama Anas, sekali menyebut nama Andi Mallarangeng, dan sekali menyebut Partai Demokrat. Penyebutan nama-nama itu dikaitkan dengan klaim Hasbi bahwa FPI juga konsen menyikat para koruptor.

"FPI konsen untuk pemberantasan korupsi, Partai Demokrat itu koruptor. Pemerintah, baik itu kepolisian, kejaksaan, sejumlah LSM, ikut larut. FPI pernah mengepung rumah Anas. Nanti mungkin kita seret Anas kalau KPK tak cepat menangkap," cetus Hasbi dengan nada tinggi dan menggebu-gebu.

Dia menjelaskan, aksi-aksi yang dilakukan FPI selama ini lebih merupakan bentuk kejengkelan tatkala aparat hukum diam saja saat ada kemungkaran yang jelas-jelas ada. Tatkala FPI melihat ada sarang narkoba, miras, tempat pijat esek-esek, selalu memberitahukan dulu ke polisi agar cepat ditindak. Hanya saja, polisi tetap mendiamkan saja. Ini yang mendorong FPI beraksi.

"Kalau hukum ditegakkan, tak perlu ada FPI. Kalau korupsi tak ada, tak perlu ada KPK," ujar Hasbi membandingkan keberadaan FPI dengan KPK.

"Nanti semua koruptor kita kepung, kita libas. Kita kepung rumah Anas, rumah Andi Mallarangeng," imbuhnya lagi.
sumber   JPNN
dari 2 berita di atas bagaimana menurut anda?
menurut kesimpulan sementaraku,dari 2 berita diatas.
1. ada kemungkinan FPI ini sengaja dibuat begitu agar FPI tidak bisa menghalang halangi gerakan pemerintah yang sekarang lagi menyusun strategi dalam politiknya untuk memperkuat kekuasaan
dari kalimat kalimat Menteri Agama Suryadharma Ali sepertinya ada unsur bujukan plus ancaman agar FPI ikut/mendukung partai politik (yang pastinya sekarang merasa diberatkan oleh FPI)
2. FPI sangat giat membasmi kemaksiatan,dan mungkin dengan adanya FPI islam akan lebih bagus dalam pelaksanaan kewajiban yang memang sudah diwajibkan dalam islam.
wallahu a;lam
bagaimana menurut anda?silahkan bernbagi pendapat,terima kasih sudah berkunjung.

anda juga bisa baca artikel yang lain:

  1. Kritik Terhadap Quraish Shihab
  2. fikirkan saudara kita
  3. golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan i...
  4. MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!
  5. FPI di hujat

FPI di hujat

entah kenapa dan kenapa saya pribadi selalu tidak terima tiap kali FPI itu di caci maki,karna saya meyakini bahwa FPI itu sebenarnya melakukan kebrutalan karna ada sebab,tidak mungkin ada orang tahu tahu mengamuk tanpa sebab.
dan saya mempunyai keyakinan bahwa tiap tiap FPI melakukan tindakan selalu dibesar besarkan oleh media dan keyakinan saya ini diperkuat oleh beberapa artikel dari berbagai situs dan saya dengar dari beberapa tokoh masyarakat yang bukan golongan FPI.
tapi semua serahkan saja pada allah swt.
barusan saya singgah di yahoo dan membaca postingan disana yang mengenai FPI.
orang orang yang mencaci maki FPI masya allah.....
sangat sangat banyak.
seakan akan merekalah orang tersuci didunia ini.
menurut saya mulut mulut mereka bukanlah mulut seorang muslim,mereka main hujat tanpa dalil dan dasar ilmu astaghfirallah...
mungkin anda ingin membaca artikel yang saya baca,maka saya akan paste disini sekalian buat arsip diblog saya ini.

Ketua MPR Dukung Masyarakat Kalteng Usir FPI
Kearifan lokal harus dihormati setiap orang siapapun tanpa kecuali

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Taufik Kiemas membela tindakan masyarakat adat Dayak, di Kalimantan Tengah, Sabtu (11/2) lalu, yang mendemo rencana pendirian Forum Pembela Islam (FPI) di wilayah itu.

Menurut Taufik, tindakan masyarakat adat Dayak itu harus dilihat dalam kerangka kearifan budaya dan pilihan masyarakat lokal.

"Kearifan lokal harus dihormati setiap orang siapapun tanpa kecuali," kata Taufik Kiemas dalam acara puncak "Perayaan Kerukunan Umat Beragama" di gedung DPR, Jakarta, hari ini.

Dia melanjutkan bahwa menghargai kearifan lokal itu sangat penting karena hanya dengan itulah kekerasan yang terkait budaya dan adat bisa dihentikan.

Dengan demikian, sebuah organisasi tertentu seharusnya juga bisa menghargai suara masyarakat lokal yang hendak didatanginya. Tanpa adanya penghormatan itu, kata Taufik, maka konflik dan kekerasan yang akan terjadi.

"Kalau kearifan lokalnya kayak begitu, ya begitu," tegas dia.

Sebelumnya, masyarakat adat Dayak di Kalimantan Tengah menolak kehadiran FPI di wilayah mereka karena dianggap tak menghargai kebhinekaan. Tindakan masyarakat lokal itu didukung oleh Pemerintah daerah setempat.
sekedar masukan buat FPI kalau kebetulan anda membaca artikel ini mohon tinggalkan komentar dan tolong berisaya keterangan apa yang terjadi sesungguhnya.
dan yang paling saya tidak terima,banyaknya yang menghujat habib rizieq,beliau adalah seorang habib yang patut dihormati bukan dicaci maki,itu yang sangat menyakitkan hati saya.
seorang muslim tidak akan gampang menghujat kalau tidak didasari dalil dan ilmu yang menunjukkan boleh mengungkapkan kesalahan muslim yang lain.
sekian dari saya wasalam

Kritik Terhadap Quraish Shihab

Kritik Buku M. Quraish Shihab: "Jilbab Pakaian Wanita Muslimah”
oleh: A. Hakim

Pada tahun 2004, M. Quraish Shihab, yang dikenal sebagai tokoh mufassir Indonesia, menulis sebuah buku yang membahas tentang jilbab. Bukunya berjudul: "Jilbab Pakaian Wanita Muslimah, Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Kontemporer".
Meski Quraish mengaku hanya mengemukakan pendapat pakar tentang persoalan jilbab tanpa menetapkan satu pilihan, namun bagi setiap pembaca mendapatkan kesan bahwa memakai jilbab tidak wajib bagi muslimah. Jilbab adalah masalah khilafiyah.
Pandangan Quraish Shihab tersebut, merupakan hasil kesimpulannya setelah memaparkan aneka pendapat ulama masa lalu dan cendekiawan kontemporer tentang jilbab.
Menurutnya, perbedaan para pakar hukum itu adalah perbedaan antara pendapat-pendapat manusia yang mereka kemukakan dalam konteks situasi zaman serta kondisi masa dan masyarakat mereka, serta pertimbangan-pertimbangan nalar mereka, dan bukannya hukum Allah yang jelas, pasti dan tegas.

Kritik Atas Pandangan Quraish Shihab tentang Jilbab

Quraish Shihab menganggap bahwa ayat-ayat al-Qur'an yang berbicara tentang pakaian wanita (Q.S. 33:59, 24:31) mengandung aneka interpretasi. Sedangkan hadits-hadits yang merupakan rujukan untuk pembahasan tentang batas-batas aurat wanita, terdapat ketidaksepakatan tentang nilai ke-shahihannya. Dengan demikian, kesimpulan Quraish, ketetapan hukum tentang batas yang ditoleransi dari aurat atau badan wanita bersifat zhanniy yakni dugaan.

Sebenarnya, berdasarkan kedua ayat di atas, tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama tentang wajibnya jilbab bagi muslimah. Dan hal ini sebenarnya nampak di dalam paparan buku Quraish Shihab sendiri, yaitu pada bagian pandangan ulama masa lalu. Di sana dapat dilihat bahwa di antara ulama, tidak ada yang berpendapat bahwa jilbab itu tidak wajib. Perbedaan pendapat (khilafiyah) di antara mereka hanya pada batas aurat wanita, apakah seluruh badan dengan menutup semua wajah, tangan dan kaki ataukah dengan membuka ketiganya (wajah, tangan dan kaki) dalam batas-batas tertentu?. Tidak ada di antara mereka yang mempermasalahkan tentang rambut, leher, dan dada. Karena memang mereka sepakat bahwa ketiga anggota tersebut harus ditutup.

Ibn Hajar al-Asqallani dalam bukunya Fath al-Bari menulis bahwa: “Di sini terdapat peringatan bahwa tujuan hijab adalah ketertutupan agar tidak nampak sesuatu dari badan wanita.”

Lalu, mengapa Quraish Shihab berpendapat bahwa tejadi khilafiyyah dalam masalah jilbab? Itu karena di dalam bukunya, dikutip pendapat-pendapat cendekiawan kontemporer yang menganggap bahwa jilbab itu tidak wajib. Kaitanyya dengan itu, ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab dulu, yaitu: mengapa Quraish Shihab menggunakan istilah cendekiawan ketika menyebut cendekiawan kontemporer? Tidak menggunakan istilah ulama sebagaimana yang dia gunakan untuk menyebut ulama masa lalu? Lalu, apakah ada perbedaan makna antara ulama dan cendekiawan? Dan apakah ada perbedaan syarat atau kriteria di antara keduanya? Kalau memang ada perbedaan, sejauh mana? Dan mana yang harus kita ikuti pendapatnya? Dan apa saja kriteria cendekiawan yang dikutip pendapatnya? Serta mengapa Quraish tidak membandingkan saja antara ulama masa lalu dengan ulama kontemporer?

Sayangnya Quraish tidak menjelaskan sama sekali tentang pertanyaan-pertanyaan di atas. Jawaban pertanyaan-pertanyaan itu sangat penting supaya tidak masuk dalam kesalahan mengambil narasumber karena ketidaksesuaian antara materi yang dibahas dengan keahliannya; dan supaya terhindar dari kesalahan membandingkan nara sumber yang tidak sepadan, untuk mengambil kesimpulan bahwa hal yang dibahas itu termasuk khilafiyah atau tidak. Sebagai ilustrasi, apakah bisa diterima pendapat seorang pakar ekonomi ketika ia menyampaikan analisa tentang kesehatan dan penyakit seseorang? Tentu pendapatnya tidak bisa diterima. Dan bagaimana hasilnya apabila kita membandingkan pendapat murid SMA dengan ulama tentang hukum suatu masalah? Tentu jawaban mereka sangat mungkin akan berbeda. Lalu apakah dari perbedaan itu kemudian bisa diambil kesimpulan bahwa hukum masalah itu termasuk khilafiyah?

Quraish Shihab di dalam bukunya, membagi cendekiawan kontemporer menjadi dua kelompok, yaitu:

1. Kelompok pertama, mengemukakan pendapatnya tanpa dalil keagamaan atau kalaupun ada, maka itu sangat lemah lagi tidak sejalan dengan kaidah-kaidah dan disiplin ilmu agama. Hal semacam itu tentu saja tidak dapat diterima. (kalimat ini merupakan kalimat Quraish Shihab sendiri)

2. Kelompok kedua, merujuk kepada kaidah-kaidah keagamaan yang juga diakui oleh para ulama, hanya saja dalam penerapannya antara lain dalam konteks pakaian/aurat, tidak mendapat dukungan ulama terdahulu dan sebagian ulama kontemporer.

Quraish, meskipun sudah menulis bahwa pendapat kelompok pertama tidak dapat diterima, namun tetap menulis pendapat-pendapat mereka. Hal ini seharusnya tidak boleh dilakukan, karena pendapat mereka tidak bisa diterima menurut kaidah ilmu agama dan juga tidak bisa dibandingkan dengan pandangan para ulama untuk membuat suatu kesimpulan apakah jilbab masuk wilayah khilafiyyah atau tidak.

Tentu ini bisa menjadikan pembaca berkesimpulan bahwa memang banyak cendekiawan kontemporer yang berpendapat bahwa jilbab itu tidak wajib. Padahal apabila semua pendapat cendekiawan kontemporer yang termasuk kelompok pertama dihapus/dihilangkan dari bukunya Quraish Shihab, maka cendekiawan kontemporer yang berpendapat jilbab itu tidak wajib hanya seorang, yaitu ‘Asymawi. Bisakah diambil kesimpulan bahwa jilbab adalah masuk wilayah khilafiyyah padahal para ulama sepakat akan kewajibannya dan yang berbeda dengan mereka hanya seorang, yaitu .Asymawi? Dan itu pun ada “catatan pribadi” dan kritik atas pendapat ‘Asymawi.

Siapa sosok Sa'id 'Asymawi itu? Nirwan Syafrin dalam bukunya, Kritik terhadap Paham Liberalisasi Syariat Islam,menulis bahwa Sa'id al-'Asymawi adalah cendekiawan muslim Mesir yang keras menentang penerapan syari’at.

Dengan mengetahui sosok Asymawi dan pemikirannya, seharusnya kita tidak mengambil pendapatnya. Lebih-lebih ketika pendapatnya bertentangan dengan ijma’ ulama mulai zaman sahabat hingga sekarang. Bagaimana mungkin tentang hukum agama kita lebih memilih pendapat dari orang yang terkenal sebagai penentang penerapan syari’at Islam dan mengabaikan pendapat para sahabat dan para ulama yang sudah terkenal berjuang membela agama? Dan seharusnya kita juga tidak membandingkan pendapatnya dengan pendapat para ulama yang otoritatif untuk menafsiri al-Qur’an dan istimbatul hukm. Wallohu a’lamu.

 M Qurais Shihab, 2004, "Jilbab pakaian Wanita Muslimah , Pandangan Ulama Masa Lalu & Cendekiawan Kontemporer", Jakarta: Lentera Hati, hal. 189.

 Ibid., hal.4-5.

 Ibid, hal. 180.

Ibid., hal. 180.

Ibid., hal. 179.

Ibid., hal. 55-122.
Ahmad Ibn Hajar al-‘Asqallani,____, “Fath al-Bari”, Beirut: Dar al-Ma’rifah, cet. II., jilid VIII, hal. 530; sebagaimana dikutip M Quraish Shihab, op. cit., hal. 63-64.
M. Quraish Shihab, op cit., hal. 127-128.
 Nirwan Syafrin, 2007, "Kritik terhadap Paham Liberalisasi Syariat Islam", Jakarta: Dewan Da'wah Islamiyah Indonesia, hal. 28-39.

fikirkan saudara kita

assalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh.orang islam seharusnya kompak,bersatu saling bahu membahu memajukan islam,tapi sayangnya sekarang ini menurut pengamatan saya hususnya didaerah saya dan daerah daerah yang saya ketahui tidak seperti itu keadaannya.
sekarang ini sesama muslim saling menjatuhkan,saling menghujat,seharus kita sebagai orang islam haruslah berpegang teguh kepada alqur'an dan alhadits,tidak mengutamakan fikiran kita yang terselubungi ego dan hawa nafsu yang jahat,seperti contoh,baru baru ini saya baca kabar di yahoo,saya pedih sekali membaca,karna orang islam selalu diintimidasi oleh kaum kuffar,dan bagaimana sikap kaum muslim lainnya?
TIDAK ADA!
semua hanya sibuk dengan duniawi mereka masing masing.
diantara sekian banyak artikel yang saya baca,kebetulan masih ada satu artikel yang terbaru yang masih saya ingat alamatnya,agar akhi sekalian bisa baca saya akan paste dibawah ini.semoga akhi sekalian bisa mencerna dan ikut memikirkan saudara saudara kita yang didholimi.
Israel Cari Cara Matikan Adzan
Pemerintah Israel mencari cara agar suara volume suara adzan dari berbagai Masjid di wilayah perbatasan Israel-Palestina dapat dikecilkan atau dimatikan. Hal ini dikarenakan para pemukim Yahudi yang mengeluh, adzan itu menyebabkan kebisingan ketika mereka sedang tidur.

Dalam laman Haaretz, Rabu (18/1), Administrasi Pemerintahan Sipil Israel di Tepi Barat mencari cara penggunaan teknologi untuk mematikan volume suara panggilan muadzin tersebut.

Kepala Administrasi Pemerintahan Sipil Israel, Brigjen Moti Almoz mengadakan pertemuan dengan beberapa ahli teknis militer. Agar dapat dicari teknologi untuk dapat mematikan secara otomatis volume adzan dari wilayah Palestina.

Pejabat Administrasi Sipil beranggapan tidak perlu meminta persetujuan otoritas palestina. “Pemerintah Palestina akan menyambut baik hal ini, banyak juga warga Palestina juga mengeluhkan tentang suara keras ini,” ujarnya.

Ternyata teknologi juga dapat berdampak bagi masjid di wilayah Israel. Bulan lalu, Pejabat Israel dari Partai Yisrael Beiteinu, Anastassia Michaeli mengajukan RUU untuk melarang penggunaan sistem suara oleh muadzin di Masjid. Karena alasan yang sama kebisingan. RUU ini awalnya didukung oleh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, tapi akhirnya gagal karena keberatan dari pejabat lain dari partai Likud.

Di wilayah Hebron, Pemukim Yahudi bahkan membalas suara adzan dengan membunyikan musik Hasid khas Yahudi dengan pengeras suara sekencang-kencangnya. Namun akhirnya dapat dimediasi oleh Departemen Perlindungan Lingkungan, dengan alasan wilayah masjid di dekat pemukiman yahudi ini berada dalam makam leluhur yang berada diwilayah kendali Israel.
jangan lupa doakan saudara saudara kita ya akhi,dan semoga saja islam selalu jaya amin.wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

golongan golongan yang gigih untuk menghancurkan islam

banyak sekali orang islam yang masih rendah kesadarannya terhadap golongan golongan yang sangat gigih untuk menghancurkan islam.
mereka bergerak mulus melalui internet,buku bahkan lewat universitas terkemuka.
mereka mempengaruhi kaum muslim dengan pemikiran pemikiran mereka yang masih labil dan keminiman ilmu syari'ah dan tauhid.
golongan golongan yang bergerak melalui buku anda bisa baca postingan saya (MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!) yang bergerak melalui internet seperti pesantren virtual,era muslim dll.
memang secara dhahiriah golongan golongan ini sangat islami namun sebenarnya mereka mengikis syari'ah bahkan tauhid dari dalam dan dengan sangat samar.
yang lebih bahaya lagi para dosen yang memberikan keterangan keterangan yang meyimpang kepada pra mahasiswanya,hal ini sebenarnya sudah lama terjadi dinegara ini,namun sampai saat ini masih tidak ada upaya penumpasannya.
satu contoh para dosen yang sukses mengtori otak para mahasiswanya adalah ditempat kulliyah adik saya (maaf saya tidak bisa menyebutkan namanya) disana banyak mahasiswa jurusan ilmu kalam yang berani menginjak al-qur'an karna mereka menganggap al-qur'an itu syaiun jadid.
dari mana keterangan tersebut?
tentunya dari dosen mereka,tidak mungkin dari tukang becak.
saya sudah sempat cari tahu dan ternyata para dosen dosen agama yang melakukan seperti banyak hanya belajar sendiri dari buku buku terjemah yang penulisnya juga bukan orang bisa dipercaya seperti pengarang buku (MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!)
maka dari itu harap para bapak dan ibu yang mempunyai putra putri yang sedang atau hendak meneruskan sekolah tinggi meninjau dan menjaga putra putri anda dengan peninjauan yang maksimal.
himbawan ini juga berlaku untuk semua golongan dan mohon disebar luaskan,karna mungkin saja postingan ini bermanfaat dan bisa menjadi sebab kehati hatian para kaum muslim  khusunya yang ada dinegara kita ini.
wassalamu'alaikum wr.wb.

MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!

(MENGOBATI PENYAKIT ITU MUDAH!!)yang ditulis oleh MOESLIH ROSYID?
kalau anda membacanya harap jangan diterima semuanya dan jangan menjadikannya pedoman dalam kehidupan anda,karna didalamnya banyak sekali kesalahannya.
kemaren saya saat saya bertemu dengan paman saya,saya dikasih buku (mengobati penyakit itu mudah!!) beliau memberikan buku itu saya,saya heran kenapa beliau memberikan buku seperti itu kepada saya,padahal beliau pendidikannya bagus,alumni pesantren,bisa baca kitab,jadi tokoh masyarakat,tapi kok beli buku seperti itu.
karna penasaran saya tanya pada beliau.
tumben OM beli buku kayak ginian,biasanya kan kitab kitab salaf.
beliau menjawab.saya tidak beli tapi tadi madrasah dapat bantuan terus saya mengambil uang bantuan di POST,eeeh gak tahunya masih ada pemotongan pemotongan,diantaranya dipotong dengan membeli buku ini,lo...kok bisa gitu OM?tanyaku heran.
ya emang gitu,aku tidak tahu juga,yang aku tahu yang mengarang buku ini kepala kantor post,keterangannya ada didalam tapi tidak banyak,coba kamu kaji bagaimana menurut kamu,kata OMku.
lalu tidak lama kemudian aku pamitan mau keluar aku bawa buku itu,kira kira 3 hari dari itu baru aku baca buku tersebut,nah,waktu baca itulah aku menemukan beberapa kesalahan,baik dari kesalahan dalam penulisan maupun kesalahan dalam i'tiqadiah dan syar'i.
saya tidak bisa banyak cerita disini karna saya juga masih belum khatam membacanya,selain sudah males karna terlalu banyak salahnya juga karna tidak adanya waktu buat baca buku gituan,tapi kalau diantara saudara ada yang mempertanyakannya saya akan menjawab sebisa saya.
diantara kesalahannya.
1.menyebutkan jin qarin yang berganti dari orang ini keorang itu.
hal itu tidak benar.
qarin itu adalah syaithan yang memang ditugaskan oleh iblis dan pada tiap tahunnya disidang untuk mempertanggung jawabkan kerjanya dan qarin yang lain adalah malaikat yang menjaga sesuai dengan ketentuan allah swt.
hal ini bisa dilihat dalam kitab assirrul maknun juz 2.
masalah malaikatnya bisa juga dilihat ditafsir surat ra'ad.
didalam kitab sirrulmadlrub qarin juga bisa diketahui dan ditentukan oleh nama.
2. doa doa dan wiritan yang disajikan didalam buku tersebut banyak salahnya,dan ada doa nurbuahnya,padahal doa tersebut tidak jelas pengarangnya,kitab yang menjadi pelopor doa tersebut adalah majmu'atusy syarifah dan kitab tersebut mardud dan dicela karna mengada ngada tentang rasulullah saw.
doanyapun salah dalam ilmu nahwu.
3.menulis hadits dan alqur'an dengan bahasa ajam saja.
hukumnya sudah jelas haram.
4.penjualan buku yang tidak mengikuti hukum bai' dalam ilmu fiqh
5.unsur riya'nya terlalu jelas.sampai sampai seakan akan dia tahu segalanya dan para teman temannya merekomondasikan dia sebagai ustadz.
6.tidak bisa membedakan mana jin thaif dan jin khadim
7.meremehkan rasulullah saw dengan mengatakan datang padanya hanya dengan cara cara yang mudah tanpa ilmu yang haq,'adl dalam i'tiqadiah dan syara'
8.tidak faham pada mukjizat.dia mengatakan dalam bukunya banyak sekali tentang mukjizat,diantaranya mukjizat sedekah.
padahal mukjizat itu hanya buat rosul bukan buat selain rasul.dalam hal ini jelas bahwa si pengarang tidak tahu tauhid.
buat saudara saudaraku kalau anda punya buku tersebut mohon dikaji ulang jangan diyakini semuanya,dan ingatlah!mengkaji ilmu itu bisa shah hanya dengan musyafahah dengan guru yang memang sudah ahli.
semoga keterangan saya ini bermanfaat dan bisa mencegah kesesatan yang kian merajalela amin ya robbal 'alamin.wassalamu'alaikum.wr.wb.