Selamat Datang Di Blog Pemapar Kebathilan

Perdebatan halal & haram

Perdebatan halal & haram

ini benar benar gak valid,judulnya perdebatan halal&haram,tapi isinya mana?malahan banyak bahas dirinya sendiri saja,benar benar gak berbobot,apalagi namanya halal&haram itu sangat identik dalam pembahasan agama islam,sedangkan yang dipaparkannya,TIDAK ADA!

silahkan dicermati.

Perdebatan halal & haram

Pembicaraan halal dan haram disini bukan berupa makanan ya, karena ini menyangkut tentang pembajakan…ya..ya..ya pembajakan Software yang banyak sekali beredar di Indonesia. Nah menurut detikInet Indonesia itu masuk di 12 besar negara pembajak terbesar di dunia dan software yang paling disukai dibajak masih menurut detikInet lagi adalah; Keluarga Microsoft, Adobe, Symantec, Autodesk, dan Corel.
Menyikapi ini gerakan open source banyak diadakan untuk penanggulangan pembajakan software, dari mulai diadakannya seminar-seminar dan pelatihan sampai dengan penyelenggaraan Roadshow Linux di berbagai kota oleh kalangan pecinta Open Source. Alhamdulillah AMIK Mitragama sendiri *tempat diriku mengajar di Duri* berpartisipasi dalam penyelenggaraan Roadshow linux ini, postingannya ada di sini.
Balik lagi ke perdebatan tentang halal dan haramnya penggunaan software bajakan ini, kemarin dengan menggunakan YM aku dan seorang sahabat berdebat masalah ini. Memang kuakui bahwa aku bukanlah orang yang kompeten untuk menyatakan halal dan haramnya sesuatu dalam kasus ini memakai software bajakan itu haram atau masih halal, toh MUI aja belum mengeluarkan fatwa bahwa pemakaian produk software bajakan itu haram. Oleh karena itu ini hanya pemikiran seorang Ria aja.
Mari Kita awali dari produk bajakan itu merupakan produk curian, kenapa curian? karena orang yang memakai produk tanpa lisensi asli *membeli* itu artinya mencuri kekayaan intelektual dari si pembuat atau perusahaan yang mengeluarkan lisensi software tersebut. Lalu temanku berkata “kan produk itu kita pakai untuk penggunaan pribadi bukan untuk diperjual belikan lagi” oke memang benar tapi ketika kita memakai produk software bajakan itu misalnya untuk bekerja, bagi yang berprofesi IT memakai untuk membuat program, yang desiner grafik memakai untuk mendesain gambar dan buat yang ahli internet marketing memakai untuk membuat iklan di internet semua itu menghasilkan sesuatu, sesuatu yang dapat menghasilkan uang artinya kita menghasilkan uang dari produk bajakan yang notabene adalah produk curian. Dengan kata lain memakai produk curian untuk menghasilkan uang, uangnya bisa disebut uang haram gak ya? :)
Pasti banyak yang tidak sependapat denganku, tapi coba deh fikirkan kenapa kita gak mencoba memakai produk yang lisensinya tidak berbayar alias free? ini kan masalah kebiasaan aja, selama ini mungkin kita terlalu dimanja dengan fasilitas kemudahan dari perusahaan yang menghasilkan produk bebayar jadinya kita tidak mau mencoba yang lain. Aku akui bahwa produk-produk mereka itu memang lebih memanusiakan manusia :D *karena sasaran mereka memang membuat software sebagus mungkin agar bisa di jual, kalau jelek mana ada orang yang mau membeli* tapi kalau kita gak sanggup beli ngapain ngebajak lebih baik memakai yang tidak bebayar, sekali lagi ini hanya masalah kebiasaan aja kok.
Aku berikan contohya ya :
  • Microsoft Windows bisa di gantikan dengan Linux (Ubuntu, Slackware, Fedora, Centos,  atau Open Suse)
  • Mirosoft office bisa digantikan dengan Open office
  • Adobe professional bisa di gantikan dengan PDF Creator, atau PDF Editor
  • Photoshop bisa digantikan dengan GIMP
  • Microsoft visio bisa digantikan dengan DIA Diagram
  • IE Bisa digantikan dengan Mozilla firefox atau google crome
  • Symantec bisa digantikan dengan AVG yang gratisan
Nah apabila memang kebutuhan Anda semua tidak tercukupi dengan software-software yang tidak bebayar itu lebih baik mengumpulkan uang untuk beli software asli karena membajak sama dengan mencuri. Aku memang bukan orang yang sama sekali tidak membajak, aku masih mendengarkan MP3 dan DVD film bajakan *walaupun aku membeli CD original penyanyi yang memang kusuka* tetapi syukurlah aku sudah memakai Ubuntu linux sebagai desktop di notebookku  dan untuk pekerjaan sehari-hari aku menggunakan semua software tidak berbayar untuk menghasilkan gaji tiap bulan. Beberapa berlisensi karena disediakan oleh kantor tetapi semua lisensi kantor itu kelak pasti akan hilang ketika aku resign dari kantor ini.
Sekarang tergantung Anda bagaimana berpendapat, mau yang halal atau mau yang haram? ;)
http://ria.choosen.net/2010/02/09/perdebatan-halal-haram/

4 komentar:

  1. asyik12:07

    postingan apaan nih,ngelantur g jelas gak sesuai dengan judulnya

    BalasHapus
  2. Anonim00:41

    ini namanya artikel narcis

    BalasHapus
  3. syangkhai12:25

    sebenarnya artikel ini sih bisa bermanfaat,namun benar kata asyik dan anonim,selain ini tidak sesuai dengan judulnya juga mengandung keakuan dan sok yang tinggi,mungkin dia yang mosting kurang dapat pujian kali..hahaha..

    BalasHapus
  4. Buku Uang-Uang Haram Dalam Demokrasi
    http://www.mediafire.com/download/kqgrm3tb6q5lkej/Buku+Uang-Uang+Haram+Dalam+Demokrasi+%5BDOC%5D.doc
    Semoga bermanfaat sebesar-besarnya.
    Jazakallah Khoiran Katsira.

    BalasHapus

mohon berkomentar yang baik.
terima kasih sudah berkunjung dan atas komentar anda.